Tiket PSMS Vs Perseru Seruwi Palsu, Suporter Panik Gagal Nonton

Jumat, 20 April 2018 / 23.13
Pemalsu tiket pertandingan PSMS VS Perseru Seruwi diamankan Polsek Medan Kota.
MEDAN, KMC – Puluhan suporter PSMS mendadak panik lantaran tak bisa masuk ke Stadion Teladan menyaksikan pertandingan PSMS dan Perseru Seruwi, Jumat (20/4/2018). Usut punya usut, ternyata tiket yang mereka beli palsu.
Sempat terjadi kehebohan sehingga mengundang kedatangan petugas Polsek Medan Kota yang berjaga di lokasi. Pengakuan korban tiket palsu ini, mereka membeli dari seorang calo di pintu belakang stadion.
Tanpa buang waktu, petugas menindaklanjuti dan mengamankan Pramudianda (29) warga Jalan Pelangi Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota. Dari tangannya ditemukan puluhan tiket palsu yang bercampur dengan asli.
Pengakuan Pramudianda, dia menggandakan tiket sebanyak 40 lembar di salah satu fotokopi di Jalan DR GM Panggabean. Selanjutnya, tiket palsu dijualnya seharga Rp25-30 ribu kepada penonton di sekitar Stadion Teladan.
“Pelaku menggandakan tiket tribun terbuka asli yang dibeli seharga Rp35 ribu sebanyak 40 eksemplar. Lalu pelaku menjual tiket palsu itu kepada calon penonton yang berniat menonton pertandingan itu,” ujar Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani didampingi Kanit Reskrim Iptu Suhardiman pada wartawan.
Dijelaskan, menurut pengakuan tersangka, dirinya telah berhasil menjual 20 tiket palsu, sebelum akhirnya diamankan petugas saat menjajakan tiket palsu itu di pintu masuk belakang. Dari pelaku, petugas menyita uang tunai Rp320 ribu hasil penjualan tiket palsu tersebut.
“Tersangka mengaku menggandakan tiket palsu itu belajar dari temannya yang saat ini sudah ke luar kota. Menurut tersangka, baru pertama kali ini beraksi tapi hal itu masih kami dalami dengan pengembangan penyidikan. Sejauh ini, kami telah menerima laporan tiga korban atas nama Firmansyah, Vira Sabina dan M Ivanka Syahputra,” jelas kapolsek.
Selain menangkap tersangka, petugas turut mengamankan dua saksi pekerja fotokopi yang menggandakan tiket palsu itu. Sedangkan barang bukti yang berhasil disita antara lain Rp320 ribu hasil penjualan tiket palsu, 20 sisa tiket palsu, 1 unit monitor dan CPU komputer, serta 1 unit mesin printer yang digunakan untuk memalsukan tiket.
“Tersangka dijerat Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan dan diancam hukuman maksimal 6 tahun penjara,” tegasnya. (mr)
Komentar Anda

Terkini