![]() |
| Kondisi mobil dinas Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen yang ringsek akibat tertimpa pohon tumbang. (ft-ist) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Hujan deras disertai angin kencang dan puting beliung menerjang Kota Medan pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan belasan rumah warga rusak, sejumlah pohon bertumbangan menimpa fasilitas publik, hingga merusak mobil dinas milik Ketua DPRD Medan.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 11 rumah warga yang tersebar di 5 kecamatan mengalami kerusakan parah akibat tersapu angin dan tertimpa pohon. Rincian sebaran kerusakan meliputi 4 rumah di Kecamatan Medan Johor, 3 rumah di Kecamatan Medan Helvetia, 2 rumah di Kecamatan Medan Timur, serta masing-masing 1 rumah di Kecamatan Medan Barat dan Medan Sunggal.
Tercatat sebanyak 39 jiwa terdampak langsung akibat kerusakan tempat tinggal mereka. Beruntung, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Selain rumah warga, dua unit mobil dinas milik Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, yang sedang parkir di depan kediamannya turut ringsek akibat tertimpa pohon tumbang. Kendaraan berjenis Hyundai Ioniq 5 dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara Hyundai Palisade mengalami kerusakan ringan.
Wong Chun Sen mengonfirmasi bahwa dirinya sedang tidak berada di rumah saat peristiwa terjadi. Namun kedua mobil tersebut berada di depan rumah.
Menyikapi bencana ini, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan bergerak cepat. Ia mendesak seluruh Kepala Lingkungan (Kepling) memaksimalkan pendataan agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bisa segera menyalurkan bantuan kepada korban terdampak.
"Pemko Medan melalui perangkatnya supaya segera turun ke tengah masyarakat melaporkan segala kerugian akibat bencana puting beliung," tegas Edwin yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PAN Kota Medan, Rabu (19/8/2026).
Edwin juga melayangkan kritik keras kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) karena dinilai lalai dalam memberikan peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat.
Tak hanya BMKG, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan turut menjadi sorotan. Edwin menyayangkan kinerja Kepala Dinas DLH, Melvi Marlabayana Girsang, yang dianggap lemah dalam melakukan perawatan dan pemangkasan pohon rawan tumbang.
"Tahunya pihak DLH menebangi pohon yang kuat, bukan melakukan perawatan. Terbukti menebangi sekitar 2.700 pohon kuat demi proyek BRT," pungkas Edwin kesal. (mar)
