![]() |
| DPRD Kota Medan menggelar Rapat Kerja (Raker) di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (2/8/2026). (ft-ist) |
SIBOLANGIT, KLIKMETRO.COM - Dalam rangka menyusun program kerja tahun anggaran 2027, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menggelar Rapat Kerja (Raker) di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (2/8/2026).
Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan trifungsi dewan melalui transformasi digital, peningkatan investasi, serta percepatan pembangunan yang inklusif di Kota Medan.
Ketua DPRD Medan, Drs. Wong Cun Sen, dalam sambutannya menegaskan pentingnya perubahan pola pikir para anggota legislatif di era modern. Ia mengajak seluruh anggota dewan untuk berperan aktif dan mengoptimalkan fungsi alat kelengkapan dewan dengan pendekatan yang lebih segar.
"Mari berperan aktif dengan pemikiran yang disruptif, inovatif, dan kritis," ujar Wong Cun Sen saat membuka acara.
Wong Cun Sen menambahkan bahwa optimalisasi fungsi dewan harus berdampak langsung pada masyarakat. Salah satunya melalui pengawasan anggaran dan pembukaan akses pengaduan warga secara real-time serta transparan. Selain itu, ia mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) yang berbasis data, ramah teknologi, dan berorientasi pada investasi lokal dengan tetap mengutamakan konsultasi publik.
Ia juga menekankan pentingnya transisi menuju ekosistem kerja digital guna membentuk lembaga legislatif yang lincah (agile) dan adaptif. Melalui transformasi ini, DPRD Medan berkomitmen penuh pada akuntabilitas publik dan meninggalkan cara-cara lama.
"Kita ingin memastikan trifungsi dewan mampu menjadi mesin penggerak pembangunan Kota Medan. Pembangunan tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga menyentuh wilayah pinggiran, merangkul kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan anak-anak, serta menyelesaikan masalah mendasar tanpa ada yang terabaikan," tegasnya.
Senada dengan Ketua DPRD, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang hadir sekaligus membuka secara resmi Raker tersebut, menyambut baik momentum perubahan ini. Rico menekankan bahwa pemerintah dan legislatif tidak bisa lagi bekerja dengan standar biasa, melainkan harus lebih responsif dan dekat dengan masyarakat memanfaatkan teknologi.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mempercepat pelayanan publik, Rico bahkan membuka jalur komunikasi langsung bagi para anggota dewan untuk menyampaikan aspirasi konstituennya.
"Jika ada masalah atau aspirasi masyarakat yang diterima di dapil masing-masing, WA (WhatsApp) saya langsung. Akan kami bantu tindaklanjuti segera. Bapak dan Ibu adalah bagian dari rakyat yang dipercaya untuk mengawasi anggaran dan produk Perda, jadi patut kita respons cepat," imbuh Wali Kota.
Penyelarasan Program Prioritas 2027
Sebelumnya, Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Medan, Erisda, SE, melaporkan bahwa Raker ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan merumuskan program kerja DPRD melalui alat kelengkapan dewan serta menetapkan kegiatan prioritas untuk tahun 2027.
Erisda menjelaskan, agenda utama Raker ini meliputi penguatan trifungsi dewan (legislasi, penganggaran, dan pengawasan), peningkatan sinergi kebijakan dengan Pemko Medan, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
"Melalui penguatan inovasi dan digitalisasi, kita optimistis peran DPRD Kota Medan dalam mengawal akselerasi pembangunan kota yang maju dan inklusif dapat berjalan lebih optimal," pungkas Erisda. (mar)
Ketua DPRD Medan, Drs. Wong Cun Sen, dalam sambutannya menegaskan pentingnya perubahan pola pikir para anggota legislatif di era modern. Ia mengajak seluruh anggota dewan untuk berperan aktif dan mengoptimalkan fungsi alat kelengkapan dewan dengan pendekatan yang lebih segar.
"Mari berperan aktif dengan pemikiran yang disruptif, inovatif, dan kritis," ujar Wong Cun Sen saat membuka acara.
Wong Cun Sen menambahkan bahwa optimalisasi fungsi dewan harus berdampak langsung pada masyarakat. Salah satunya melalui pengawasan anggaran dan pembukaan akses pengaduan warga secara real-time serta transparan. Selain itu, ia mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) yang berbasis data, ramah teknologi, dan berorientasi pada investasi lokal dengan tetap mengutamakan konsultasi publik.
Ia juga menekankan pentingnya transisi menuju ekosistem kerja digital guna membentuk lembaga legislatif yang lincah (agile) dan adaptif. Melalui transformasi ini, DPRD Medan berkomitmen penuh pada akuntabilitas publik dan meninggalkan cara-cara lama.
"Kita ingin memastikan trifungsi dewan mampu menjadi mesin penggerak pembangunan Kota Medan. Pembangunan tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga menyentuh wilayah pinggiran, merangkul kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan anak-anak, serta menyelesaikan masalah mendasar tanpa ada yang terabaikan," tegasnya.
Senada dengan Ketua DPRD, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang hadir sekaligus membuka secara resmi Raker tersebut, menyambut baik momentum perubahan ini. Rico menekankan bahwa pemerintah dan legislatif tidak bisa lagi bekerja dengan standar biasa, melainkan harus lebih responsif dan dekat dengan masyarakat memanfaatkan teknologi.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mempercepat pelayanan publik, Rico bahkan membuka jalur komunikasi langsung bagi para anggota dewan untuk menyampaikan aspirasi konstituennya.
"Jika ada masalah atau aspirasi masyarakat yang diterima di dapil masing-masing, WA (WhatsApp) saya langsung. Akan kami bantu tindaklanjuti segera. Bapak dan Ibu adalah bagian dari rakyat yang dipercaya untuk mengawasi anggaran dan produk Perda, jadi patut kita respons cepat," imbuh Wali Kota.
Penyelarasan Program Prioritas 2027
Sebelumnya, Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Medan, Erisda, SE, melaporkan bahwa Raker ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan merumuskan program kerja DPRD melalui alat kelengkapan dewan serta menetapkan kegiatan prioritas untuk tahun 2027.
Erisda menjelaskan, agenda utama Raker ini meliputi penguatan trifungsi dewan (legislasi, penganggaran, dan pengawasan), peningkatan sinergi kebijakan dengan Pemko Medan, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
"Melalui penguatan inovasi dan digitalisasi, kita optimistis peran DPRD Kota Medan dalam mengawal akselerasi pembangunan kota yang maju dan inklusif dapat berjalan lebih optimal," pungkas Erisda. (mar)
