Konsumsi Buah Durian Dapat Tingkatkan Sirkulasi Jantung dan Darah

Sabtu, 13 April 2019 / 20.30
dr Dina Keumala Sari M Gizi Sp GK.
MEDAN, KMC - Kebanyakan mengkonsumsi buah durian dapat meningkatkan suhu tubuh, sebab durian bekerja dalam meningkatkan sirkulasi jantung dan darah. 
Sehingga harus diperhatikan kondisi klinis saat mengkonsumsi buah dengan lapisan kulitnya yang berduri. Kondisi klinis perlu diperhatikan seperti tidak ada permasalah pada lemak darah atau tekanan darah. Hal ini dikatakan Ahli Gizi dr. Dina Keumala Sari, M.Gizi., Sp.GK, Jumat (12/4/2019).

Disebutkannya, buah durian memberikan efek positif, namun pada kondisi dimana sirkulasi tidak baik seperti obesitas atau kegemukan, kadar lemak darah tinggi, atau gangguan jantung, hal ini harus diperhatikan.

“Memang durian tidak mengandung kolesterol karena mirip produk nabati (buah-buahan) dan durian mengandung fitosterol.
Jadi bila ingin mengkonsumsi durian harus dipastikan kondisi klinis kita. Bentuk sterol dalam produk nabati sangat penting memperhatikan kondisi orang yg mengkonsumsinya karena ia juga mempunyai efek menghasilkan gas yang disebabkan efek fermentasi dan serat yang dimiliki,” katanya.

Akademisi di Universitas Sumatera Utara (USU) ini menjabarkan, ada beberapa manfaat tersembunyi dari buah durian. Beberapa manfaat lain akibat serat dari buah durian adalah meningkatkan massa transit makanan dalam saluran cerna. Jadi bisa berefek pada buang air besar lebih cepat. Walaupun pada beberapa referensi ada yang menyebutkan serat tidak larut dalam durian memberikan efek pada kadar kolesterol darah. Namun pengaruhnya pada peningkatan tekanan darah harus diperhatikan, jadi sangat berhati-hati.

“Manisnya durian memberikan tambahan tenaga dan kandungan mineral dalam durian membantu meningkatkan imunitas. Selain itu bau wangi durian dan asam amino di dalamnya yaitu triptofan dapat memicu meningkatkan serotonin dan melatonin yang akan mengontrol emosi dan mood. Efek tersebut memberikan efek penurunan stres, cemas, dan memudahkan tidur,” sebutnya.

Sambungnya, efek penumpukan lemak pada durian, biasanya berasal dari gula buah durian tersebut. Terlalu manis maka fruktosa dalam buah dapat menjadi asam lemak. Lemak yang terkandung itu sendiri masih berasal lemak buah.

“Lemak dalam durian masih tergolong lemak tidak jenuh tunggal yang baik bagi tubuh. Namun gula dalam durian yang terlalu manis perlu dijaga karena hampir melebihi 50 persen kadar gula yang disarankan untuk gula sederhana dalam buah. Sehingga mengkonsumsi durian sangat dipengaruhi kondisi seseorang, tergantung usia dan kondisi kesehatan atau riwayat penyakit yang dideritanya,” bebernya.

Lanjutnya, saat ini memang belum ada data pasti tentang dosis konsumsi durian pada orang sehat. Yang pasti untuk buah alami tentunya tubuh punya bioavailabilitas dalam menerima makanan yang masuk. Rasa kenyang dan puas biasanya yang membuat seseorang berhenti makan durian.

“Jika merasa gas dalam buah sudah tinggi dalam lambung, maka sebaiknya dihentikan, atau tanda-tanda lain yang memperburuk kondisi tubuh. Untuk itu disarankan pelajari tubuh masing-masing untuk melihat batas toleransi konsumsi buah durian,” tandasnya.(siti)
Komentar Anda

Terkini