-->

Dhiyaul : Anggaran Rp 100 Miliar Kota Medan Untuk Covid-19 Belum Memadai

Selasa, 24 Maret 2020 / 20.51
ist.
MEDAN, KLIKMETRO - Pemerintah Kota Medan diminta harus lebih siap dan meningkatkan pengawasan guna mengantisipasi mewabahnya virus corona. Hal ini disebabkan, Kota Medan merupakan pintu masuk dari berbagai negara, diantaranya Malaysia dan Singapura.

Menurut Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati SAg anggaran yang disiapkan dalam APBD Kota Medan sebesar Rp 100 miliar untuk penanganan virus corona atau covid-19, belum memadai. Mengingat penularan virus ini sangat cepat dan sudah banyak menelan korban jiwa. 

"Kota Medan ini merupakan pintu masuk dari Negara Malaysia dan Singapura. Jadi pengantisipasian Pemko Medan guna mencegah wabah ini harusnya bisa lebih ditingkatkan lagi, tidak hanya sebatas pembagian masker gratis,"ungkap anggota Komisi II DPRD Medan yang membidangi kesehatan, sosial dan pendidikan ini, Selasa (24/3/2020).

Dhiyaul menambahkan, anggaran Rp 100 miliar untuk penanganan covid-19 di Kota Medan belum mencukupi. Dalam hal ini, pihaknya akan mengajukan penambahan anggaran. "Kemungkinan silpa 2019 akan digunakan. Penambahan ini akan kita ajukan agar disetujui nanti di paripurna. Kita harus bergerak cepat untuk mencegah penularan virus corona,''ujar Dhiyaul.

Selain prihatin dengan persoalan kesehatan masyarakat, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengusulkan agar Pemko Medan segera melakukan operasi pasar (op). Jika tidak segera dilakukan op, dikuatirkan akan ada pihak yang bermain dan memanfaatkan situasi dengan menimbun barang-barang. 

"Kita kuatir ulah oknum-oknum yang mencari keuntungan dibalik kesempitan masyarakat, karena itu kita usulkan segera dilakukan operasi pasar agar harga-harga tetap berimbang. Tapi harus dipikirkan juga, bagaimana cara pembagiannya agar masyarakat tidak berkumpul. Mungkin dibuat dengan cara pembagian kupon dan menggunakan jadwal pengambilan, sehinigga teratur,"kata Dhiyaul.

Dia juga mensyukuri Pemko Medan sudah membentuk gugus tugas untuk penanganan pencegahan virus corona. Dengan adanya call center, diharapkan dapat lebih dini mencegah mewabahnya virus menular tersebut. "Kita berharap adanya call center, masyarakat jadi lebih nyaman dan gejala-gejala wabah ini segera bisa diantisipasi,"kata Dhiyaul seraya menambahkan, dirinya mendapat pengaduan dari salah seorang perawat di rumah sakit swasta yang mengaku terinfeksi virus corona lantaran tertular dari dokter ditempatnya bekerja dan sekarang ini terpapar di RSU Adam Malik Medan.

"Hal-hal seperti ini yang harus kita antisipasi, karena banyaknya ketidaktahuan mengenai penyakit corona. Termasuk tim medis yang rentan tertular karena mereka kontak langsung dengan pasien. Bukan tidak mungkin, para perawat dan dokter yang menanangi pasien biasa, tiba-tiba terpapar Corona karena ternyata si pasien sudah terinfeksi virus itu,” kata Dhiyaul. (mar)
Komentar Anda

Terkini