-->

Proyek Padat Karya Jalan Nasional Kabanjahe-Merek Kekurangan Tenaga Kerja

Kamis, 10 September 2020 / 22.36
Proyek berbasis padat karya di jalan Nasional Kabanjahe-Merek.
KARO, KLIKMETRO - Bantuan pemerintah dalam masa pendemi Covid-19 dalam proyek berbasis padat karya sedang dikerjakan di lintas jalan Nasional Kabanjahe-Merek. Proyek pembuatan parit terancam tidak selesai berhubung jumlah pekerja tidak sesuai dengan target.

Para pekerja berasal dari luar daerah Kabupaten Tanah Karo. Ada yang mengaku berasal dari kota Kisaran dan kota Binjai. Buruh yang mengaku bermarga Hasibuan ketika ditemui wartawan di Desa Regaji, kecamatan Merek, Kamis (10/9/2020) mengatakan, mereka satu grup berjumlah 40 orang dan berasal Kota Kisaran.

"Kami dibayar harian Rp 90 ribu perhari, ditangggung makan tiga kali sehari dengan masuk kerja mulai start pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB,"ujarnya.

Sementara grup buruh yang mengaku berasal dari kota Binjai yang ditemui di jalan lintas Nasional dihari yang sama persisnya Dusun Buahranggang, Desa Bunuraya kecamatan Tigapanah mengatakan bahwa jumlahnya 10 orang satu grup dan dibayar sebagai buruh harian. "Bayarannya sama dengan yang diterima oleh grup Kisaran," ujarnya pada wartawan.

Sementara, pantauan wartawan ada 8 orang yang sedang melakukan galian di seputaran jalan lintas di desa Tigapanah

Berbeda dengan pengakuan buruh tukang pemasang batu yang berjumlah 8 orang, tukang yang mengerjakan dibayar sebesar Rp 130 ribu perhari, lain dengan kenek. "Kalau upah tukang dan kenek berbeda, dimana-mana begitu bang,"kata pekerja pada kru media.

Pejabat pembuat komitmen 4.4 Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV provinsi Sumut Aidil Syahrut ST melalui Whatsapp pada wartawan, Kamis (10/9/2020) mengatakan bahwa proyek padat karya bantuan pemerintah akibat pendemi Covid-19 yang dikerjakan diruas jalan Nasional Kabanjahe-Merek berbiaya 2,4 miliar untuk pekerjaan 40 hari sampai batas 30 September 2020. Ditargetkan jumlah pekerja 9000 orang dengan rata-rata 200 orang per hari dan upah dibayar standar UMR.

"Panjang galian parit yang tidak pasang batu sepanjang 14973 meter dan untuk pasang batu target sepanjang 1400 meter. Namun sampai sekarang target kita belum tercapai berhubung minimnya tenaga pekerja di daerah Kabupaten Karo. Apabila nanti pekerjaan tidak selesai maka anggaran yang tersisa dikembalikan ke negara,"ujarnya.

Dia menambahkan, sebelum dimulainya pekerjaan pihak satuan kerja telah menyurati kepala Bapeda Karo, Kadis PUPR, kepala balai, Camat Tigapanah, camat Merek dan Kepala desa Tigapanah untuk mendukung dan menyiapkan tenaga kerja. Sesuai janji camat dan kades Tigapanah mereka menyanggupi. "Tapi kenyataannya di hari H kita mulai pelaksanaan, pekerja yang dijanjikan tidak ada, bapak boleh tanyakan sama yang bersangkutan,"katanya melalui pesan Whatsapp.

Lebih lanjut dikatakan Aidil, sesuai dengan pertemuan BPKP dengan Satuan kerja, bahwa padat karya tunai , yaitu rutin jalan, rutin jembatan , non rutin dan revitalisasi drainase PPK diisi Form, dan from akan di kirim via WA. Sesuai jadwal tim BPKP akan meninjau Minggu depan proyek di lintas jalan Nasional Kabanjahe-Merek. Ketika ditanya terkait keresahan pengguna jalan terkait bekas galian tanah mengganggu pengguna jalan raya, Aidil menjawab bahwa pihaknya hanya menyediakan tiga unit damtruck karena keterbatasan anggaran untuk sewa damtruck.

"Kita telah bermohon ke pusat untuk penambahan jumlah damtruck, namun belum ada keputusan sampai saat ini" ucapnya menjawab pertanyaan wartawan terkait keluhan pengguna jalan akibat menumpuknya tanah galian dipinggir jalan.(erwin)
Komentar Anda

Terkini