-->

Diduga Jadi Korban Tabrak Lari, Pria Ini Disangka Tewas Terkapar di Pinggir Jalan

Jumat, 01 Januari 2021 / 01.38

Petugas mengevakuasi korban yang semula diduga tewas karena lakalantas, ternyata setelah diperiksa korban masih hidup.

MEDAN, KLIKMETRO - Seorang pria ditemukan terkapar di pinggir jalan dan diduga menjadi korban tabrak lari di Jalan AH. Nasution, tepatnya di Simpang Empat Jalan STM Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Kamis (31/12/2020) malam.

Korban diketahui bernama Saud Maruli Silalahi (49), warga Tanjung Sari Jalan Palas Medan nyaris tewas setelah terjatuh dari sepeda motor miliknya yang membuat kupingnya mengeluarkan darah dan kepalanya terbentur aspal.

Informasi yang diperoleh wartawan, kecelakaan ini berawal saat korban yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio warna hitam dengan nomor polisi BK5577 AHY datang dari Jalan SM Raja menuju Simpang Titi Kuning Medan. 

Pantauan ditempat kejadian, korban terkapar di lokasi kejadian karena mengalami benturan di bagian kepala dan telinga bagian kiri mengeluarkan darah.

Namun, sepeda motor yang dikendarainya tak mengalami kerusakan. Bahkan ditemukan beberapa bungkusan plastik putih yang diduga berisikan minuman memabukkan jenis tuak.

"Kita tadi mendapat informasi dari warga ada kecelakaan lalulintas yang menyatakan korbannya terjatuh dari sepeda motornya dan tewas ditempat diduga akibat tabrak lari oleh kenderaan lain yang kemudian kabur melarikan diri," kata Bripka Hendro personil Lantas Polsek Delitua di TKP.

Bripka Hendro menambahkan, setelah mendapat informasi dari warga, personel Unit Lalulintas segera menuju tkp dan mendapati korban tergeletak dengan kondisi wajah berdarah.

Korban yang semula dikira tewas itu ternyata masih hidup.

Selanjutnya, pihak kepolisian membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati menumpang becak bermotor (Betor) bersama keluarganya yang datang ke tkp.

"Korban kita evakuasi terlebih dahulu ke Rumah Sakit Mitra Sejati. Kejadian ini kita belum tau yang sebenarnya, apa penyebabnya, karena korban sendiri belum bisa tanyai. Begitu juga saksinya tidak ada,"kata Bripka Hendro.(put)

Komentar Anda

Terkini