-->

Ditangkap di KNIA, Dua Kurir Sabu Antar Provinsi Asal Aceh Diadili

Jumat, 19 Maret 2021 / 01.21

Dua saksi memberi keterangan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Medan.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Arifuddin (39) warga Dusun Makmur Desa Buket Panyang SA Kec. Manyak Payed Aceh Tamiang Muhammad Furqan (berkas terpisah terdakwa perkara narkoba jenis sabu seberat 1.000 gram (1 kg) kembali jalani sidang di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan Kamis (18/3/2021) sore.

Sidang lanjutan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dahlia Panjaitan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Sori Muda Harahap, SH menghadirkan terdakwa secara daring dari Rumah Tahanan Polisi Polda Sumut.

Selain menghadirkan dua orang saksi pada sidang lanjutan ini  JPU juga menghadirkan dua orang saksi atas nama Echo Ardiansyah dan saksi  Indahĺ Setiawati dari petugas Aviation Senior Security selaku pemeriksa barang X-Ray No.3 Bandara Kuala Namu Deli Serdang, serta sejumlah Barang Bukti (BB) yang dibawa terdakwa.

Sementara dalam kesaksian Echo Ardiansyah mengatakan, bahwa ia dan Indah Setiawati bertugas memeriksa barang bawaan setiap calon penumpang yang akan berangkat.

Dijelaskan saksi, pada hari Senin tanggal 05 Oktober 2020 ketika sekira pukul 05.50 wib ada dua orang laki-laki calon penumpang sesuai dengan data tiket bernama Arifuddin dan Putra Ardian (Muhammad Furqan) yang akan berangkat tujuan ke Kendari  transit Jakarta dengan pesawat Udara BATIK AIR dengan nomor penerbangan ID 6883/ID 6772.

"Pada saat itu barang bawaan terdakwa dan Muhammad Furqan yang ditiket bernama Putra Ardian dilakukan pemeriksaan melalui X-Ray karna diduga kedua laki-laki tersebut membawa narkoba didalam tas miliknya,"ujar saksi.

Menurut kedua saksi, setelah melewati X-Ray, saksi Echo Ardiansyah dan saksi Indah Setiawati langsung memanggil terdakwa Arifuddin dan Muhammad Furqan.

"Kami kembali memeriksa secara manual isi didalam tas bawaan kedua terdakwa saat diperiksa benar dari dalam tas milik terdakwa ditemukan 1 bungkus plastik bening tembus pandang yang berisi narkotika jenis Sabu,"jelas saksi Echo Ardiansyah dan saksi Indah Setiawati.

Dikatakan saksi setelah mendapat sabu itu saat itu juga saksi Echo Ardiansyah dan saksi  Indah Setiawati langsung melapor kepada atasannya.

Selanjutnya kedua saksi Echo Ardiansyah dan saksi  Indah Setiawati mendapat perintah dari atasannya untuk membawa terdakwa Arifuddin dan Muhammad Furqan ke Security Building untuk dilakukan pemeriksaan.

Berikutnya kedua terdakwa bersama barang bukti diserahkan kepada pihak kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut yaitu Sihol Nainggolan dan Josua T. Laksono sudah tiba di Security Building.

Dari hasil pemeriksaan dan interogasi bilang saksi, kedua terdakwa mengaku kalau barang yang ditemukan itu adalah narkoba jenis sabu seberat 1000 gran (1 kg).

Dikatakan saksi lagi, usai di periksa di Security Building terdakwa Arifuddin dan Muhammad Furqan  berikut barang buktinya dibawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk proses hukum selanjutnya.

Sebelum sidang ditunda, kedua terdakwa yang ditanyai Majelis Hakim,membenarkan semua keterangan kedua saksi. Kemudian Majelis Hakim menunda sidang  hingga minggu depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa atau pembuktian JPU

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) atau kedua diancam pidana pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (put)

Komentar Anda

Terkini