-->

Diberitakan Aniaya Wanita Hamil, Kapolsek Percut Sei Tuan : Itu Fitnah

Jumat, 23 April 2021 / 19.49

Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu memberi penjelasan kepada wartawan.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Terkait viralnya di media sosial dan pemberitaan dua wanita mengamuk di Markas Polsek Percut Sei Tuan serta disebut dianiaya pihak kepolisian, AKP Jan Piter Napitupulu SH MH menyesalkan adanya pemberitaan yang cenderung menyudutkan pihaknya.

Kepada wartawan, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu mengklarifikasi pemberitaan di beberapa media online dan cetak yang menyebutkan pihaknya melakukan penganiayaan terhadap dua wanita.

Jan Piter memaparkan kronologis peristiwa yang terjadi Senin lalu (19/4/2021). Ketika itu, dua wanita ibu dan anak yakni Desi Natalia Boru Sinulingga (33) dan orangtuanya Brittany Lumban Tobing datang ke Mapolsek Percut Sei Tuan guna mempertanyakan perkembangan perkara penganiayaan yang dilaporkannya pada 28 Oktober tahun 2020 yang lalu.

Kemudian kedua wanita itu menuju masuk ke ruangan Penyidik Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA). "Saat itu keduanya mempertanyakan terkait perkembangan perkara penganiayaan yang telah dilaporkannya yang dianggapnya belum menemui titik terang,"kata Jan Piter, Kamis (22/4/2021).

Atas pertanyaan itu,  penyidik menjelaskan kepada keduanya bahwa laporan tersebut tengah dalam proses penyidikan. Dia (Desi) yang melaporkan suaminya atas tuduhan penganiayaan. Laporan itu dilaporkan setelah 8 hari pasca kejadian.

Dalam pengaduan itu, korban tidak memiliki saksi dan hasil visum pun tidak bisa membuktikan karena luka lama. "Nah artinya laporannya tidak mencukupi 2 unsur alat bukti," jelas Jan Piter.

Kendati begitu, perkara tersebut sudah digelar di Polda Sumut sehingga hasil gelar perkara tersebut pasal penganiayaan itu dialihkan ke pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Merasa tidak puas apa yang disampaikan oleh penyidik tiba-tiba keduanya emosi dan melontarkan kata-kata tidak pantas dengan nada lantang mengancam hendak membakar penyidik dan kantor polisi sembari berjalan keluar dari ruangan penyidik tersebut. 

Akibat kerasnya suara wanita tersebut dan sehingga Kapolsek yang saat itu tengah berada di ruangan kerjanya lalu keluar menemui kedua wanita itu dan mencoba menenangkannya. 

Namun oleh keduanya tidak mengindahkan apa yang disampaikan Kapolsek Percut Sei Tuan. "Mereka tetap saja meronta dan memaksa serta melontarkan perkataan yang tidak pantas sembari berjalan menuju halaman parkiran Polsek Percut Sei Tuan.

Di halaman parkiran, Brittany Lumban Tobing lalu mengambil batu dan mencoba melempar petugas dan kantor polisi. Anggota coba menenangkan dan berupaya menghentikan aksinya dengan merampas batu di tangan wanita itu tersebut. Kuatir kaca kantor polisi atau pun kaca mobil yang terpakir terkena lemparan batu, makanya batu ditangan wanita itu dirampas,"paparnya.

Sayangnya, upaya petugas melakukan pencegahan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan, malah ditafsirkan lain. Sejumlah media memberitakan, kapolsek dan bawahannya dituding melakukan penganiayaan terhadap dua wanita tersebut.

"Kita hanya mengantisipasi atas sikap mereka yang dapat merugikan baik bagi kantor maupun orang lain yang bisa terkena lemparan batu. Kami tidak ada memukuli, bahkan saya dan anggota yang dipukuli mereka,''bilang Jan Piter seraya merasa difitnah adanya pemberitaan dirinya dituding menganiaya wanita. 

Tak mau tinggal diam, Jan Piter akhirnya melaporkan kedua wanita tersebut dengan Type model A atas pengerusakan secara bersama-sama.

"Saya bicara dari hati yang paling dalam, saya tidak ada menganiaya. Sedangkan tersangka perkara pencurian ataupun pencurian dengan kekerasan saja kami tidak pernah melakukan penganiayaan ataupun menyakitinya. Apakah kami tega menganiaya seorang ibu yang kami anggap orang tua kami dan seorang ibu yang sedang hamil Ini sungguh- sungguh fitnah dan semoga kedepannya yang memberitakannya lebih profesional dan Anggota saya tidak ada melakukan penganiayaan dan hanya menghentikan tindakan yang tidak terpuji dari pelapor,"ujar mantan atlit karate andalan Sumatera Utara ini. (hotlan)

Komentar Anda

Terkini