Dirindukan 1001 Lelaki, Mbak Yun Tetap Syurr Jelang 'Kepala 5', Why?

Jumat, 26 November 2021 / 22.01

Tempat ritual pengobatan.(f-dok)

KLIKMETRO.COM - BILA sudah berdandan, kecantikannya selalu 'menyilaukan' mata setiap lelaki yang menatapnya. Dan, makin dilihat, semakin elok pula paras dan tubuhnya. Inilah rahasia hidup sang veteran bisnis lherr yang tetap eksis di era pandemi. 

Begitulah. Pun kini berumur 48 tahun, setiap lelaki yang menebak usia Mbak Yun selalu menyebut bilangan 30-an. Bahkan ada yang menyebut umurnya 25 tahun. Semuanya jelas meleset jauh. Tebakan itu tentu karena wajah Mbak Yun --dalam penilaian banyak orang-- memang tampak masih kinclong plus body tetap 'ketat' proporsional, beda dengan lazimnya perempuan sebayanya. Perempuan paruh baya ini bahkan diakui masih syurr, hot asal melayani syahwat para pemujanya. Apa rahasianya? 

Mbak Yun. Demikian para laki genit menyapanya. Lengkapnya : Asyuni Miranda. Lahir di Tebingtinggi 1973, perempuan ini mengaku telah tiga dekade berstatus sebagai pelacur. Awalnya, di kampungnya, dia berwujud sebagai gadis remaja yang mulai biasa keluyuran di malam hari. Tapi di situ pula dia mulai membiarkan tubuhnya dinikmati lelaki. Melakukan sesuatu yang harusnya belum layak dilakukan. Semua itu demi uang (kala itu) tidak seberapa. Juga demi nafsu bawah sadar agar tampil sebagai 'dewi' yang diperebutkan. Karena kejalangannya, sejak remaja dan pindah tinggal di Medan, Mbak Yun juga dikenal sudah kuat begadang. Sebelum dapat bokingan, dia dan teman-teman wanitanya (dulu) selalu kumpul di kawasan Warkop Sudirman, Medan. "Itu sekitar jelang atau awal-awal tahun 2000. Saat itu, untuk long time (semalam) Rp1 juta, dan untuk short time Rp400 ribu," cerita Mbak Yun soal tarif kencannya. Itu harga 20 tahun lalu. Nah, kini, pun usianya semakin merambat senja, jangan kira nilai bandrolnya jauh anjlok. Tidak. "Untuk long time tetap Rp1 juta, untuk short time Rp300 ribu," kata Mbak Yun soal tarif up to date-nya. Tak hanya harga jual yang masih nyaris sama dengan tarif 20 tahun lalu, jumlah laki penggemarnya juga idem ditto dibanding 2 dekade sebelumnya. Tetap sama banyaknya. "Meski untuk mempertahankan (kondisi) itu, aku harus sering jemput bola," Mbak Yun bercerita soal trik 'merawat' market prostitusinya. Selain soal misteri kecantikan di usia hampir 'kepala 5' (dan itu belum dijawab), Mbak Yun ternyata punya cara tersendiri guna memperbanyak --minimal mempertahankan-- jumlah hidung belang penikmat tubuhnya. 

Ceritanya, khusus para penggemarnya yang berasal dari luar Kota Medan, Mbak Yun rela mendatangi wilayah tempat tinggal mereka. Dan itu dilakukannya nyaris saban pekan. Untuk wilayah Tanah Karo, misalnya, Mbak Yun melayani syahwat para laki pemujanya di Berastagi. Di kota wisata itu, dengan tarif kamar Rp200 ribu/malam, dia mengaku selalu menginap di Hotel G. 

"Hampir setiap Minggu aku ke sana. Ya di hotel itu aja. Asal datang, ya nginap paling lama 3 malam, paling cepat 2 hari, di situlah mereka satu per satu aku panggil dan layani," beber Mbak Yun. 

Di sana, perempuan bertubuh sintal ini sedikitnya melayani 6 lelaki. Begitu pula untuk 'para fansnya' yang bermukim di wilayah Tapanuli sekitarnya. Mbak Yun akan melayani mereka di Kota Pematangsiantar. "Tapi untuk Siantar paling sebulan sekali (ke sana), yang terus tetap ada panggilan setiap Minggu itu ya masih dari Berastagi," bongkar Mbak Yun. 

Lalu apa rahasia dari kecantikan wajah dan tubuh Mbak Yun? Adakah semua itu murni perawatan alami? Tidak. Seperti sudah ditebak banyak orang, Mbak Yun ternyata punya 'pegangan' susuk pemikat. Itulah magnet gaib yang selalu membuat 1001 lelaki nagih ingin mendengar rintihan plus ringkikan Mbak Yun saban mencapai puncak 'pendakian'. Dan, usut punya usut, susuk pemikat di wajah Mbak Yun ternyata dari Abah Rahman. Itu diakui sang paranormal setelah melihat foto Mbak Yun. 

"Ya, Mbak (Yun) itu termasuk pasien saya pertama dulu," jelas Abah Rahman, dikonfirmasi di tempat praktiknya (Jalan Halat Gang Umar No.1 Medan), baru-baru ini. "Nah, ini buktinya," sambung pemilik ponsel bernomor 0813 7630 6023 itu seraya menunjukkan catatan dari sebuah buku besar yang disorongnya pada wartawan Anda. Di situ tertulis secuil biodata Mbak Yun (Asyuni Miranda, umur 36 tahun) dan waktu kedatangannya (Kamis Pahing 5 November 2009). "Dia saya pasangi susuk emas 12 tahun lalu dan berkat itu sampai sekarang dia tetap eksis (di dunianya) ya, mantap..." tandas Abah Rahman, memulai praktik kebatinannya Mei 2009. Anda semacam "Mbak Yun"? (*/man)

Komentar Anda

Terkini