| Kondisi rumah pedagang bensin eceran yang terbakar. (f-humas) |
DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Peristiwa mengenaskan terjadi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumut, tepatnya di Jalan Gambir, Pasar VIII, Desa Bandar Klippa, Minggu (23/1/2022). Rumah pedagang bensin eceran terbakar. Peristiwa itu menelan satu korban jiwa.
Informasi yang diperoleh, peristiwa naas itu terjadi saat korban atas nama Sri Hartati warga Jalan Gambir sedang mengisi bensin ke dalam botol untuk dijual kembali. Malangnya, entah dari mana asalnya api tiba tiba menyambar bensin dan dengan cepat merayap membakar rumah mereka. Sri mengalami luka bakar di tangan dan kakinya. Namun putranya, M Indra Hidayah (26) meninggal dunia dengan kondisi gosong.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol M Agustiawan mengatakan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat adanya kebakaran di Jalan Gambir pasar VIII dsn X Desa Bandar dan api telah berhasil dipadamkan.
"Selanjutnya Personil bersama Pawas Iptu Abdul Bakri tiba di tkp dan melihat didalam rumah yang terbakar ada mayat seorang korban M Indra Hidayah tergeletak di ruang tamu dengan posisi telungkup dan mayat dalam keadaan gosong," katanya.
Menurut keterangan ibu korban yang dirawat di Rs Mitra medika terang M Agustiawan bahwa sebelum kejadian dirinya sedang mengisi minyak bensin yang dipindahkan dari jerigen ke tong cat kedalam botol kemasan didepan pintu depan rumah.
"Tiba-tiba terbakar tidak dikeetahui asal api dan kemudian dirinya langsung lari ke kamar mandi yang berada di belakang rumah, sedangkan korban berada di ruang tamu," terangnya.
Personil Polsek Percut Sei Tuan dan personil Inafis reskrim Polrestabes Medan melakukan olah TKP dan mencari keterangan saksi yang berada di seputaran Tkp," imbuhnya.
Selanjutnya jelas M Agustiawan, korban yang meninggal dunia dibawa RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi, tapi keluarga korban keberatan dan membuat surat pernyataan bahwa menolak untuk dilakukan otopsi.
"Polsek Percut Sei Tuan untuk saat ini melakukan police line untuk mengamankan tkp dan sedang berkoordinasi dengan Labfor Poldasu untuk melakukan penyelidikan menentukan asal mula api," pungkasnya.(hot)