![]() |
Anggota DPRD Medan Fraksi PKS Hj Sri Rezeki AMd melaksanakan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2024-2025, Sabtu hingga Senin (26-28/7/2025). (ft-ist) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Anggota DPRD Medan Fraksi PKS Hj. Sri Rezeki AMd menerima berbagai masukan, aspirasi dan usulan yang disampaikan masyarakat saat melaksanakan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2024-2025, Sabtu hingga Senin (26-28/7/2025).
Hj Sri Rezeki menyebutkan, kegiatan reses merupakan tugas anggota dewan untuk mengakomodir berbagai permasalahan masyarakat, terutama pelayanan publik dan infrastruktur.
"Kegiatan reses untuk menyerap aspirasi dari bapak dan ibu yang nantinya akan dimasukkan dalam program APBD. Apa permasalahan atau kendala di lingkungan masing-masing sampaikan dengan saya, moga-moga kita dapat solusinya,"kata Hj Sri Rezeki saat kegiatan reses di Jalan Kemiri, Kelurahan Sudirejo 2 Kecamatan Medan Kota, Sabtu (26/7/2025).
![]() |
Anggota DPRD Medan Fraksi PKS Hj Sri Rezeki menampung aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2024-2025, Sabtu hingga Senin (26-28/7/2025). (ft-ist) |
Politisi PKS ini menambahkan, penyerapan aspirasi merupakan bagian tanggung jawab legislatif kepada konstituennya. Sejumlah permasalahan di masyarakat mulai dari infrastruktur sampai sosial akan ditampung untuk kemudian disaring menjadi pokok pikiran DPRD Medan.
"Beri saya masukan untuk saya teruskan. Karena saya merupakan wakil dari bapak ibu untuk disampaikan ke Pemerintahan Kota," ujar legislator Dapil IV yang meliputi Kecamatan Medan Area, Medan Kota, Medan Denai dan Medan Amplas ini.
Di kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan permasalahannya. Dimulai dari Fitri, pedagang di Pasar Kemiri mengeluhkan petugas Satpol PP yang kerap menertibkan pedagang sehingga dirinya kesulitan mencari nafkah. Lalu Neni, warga sekitar mengungkapkan sulitnya mengurus KTP dan hingga saat ini tak kunjung selesai KTP milik suaminya dengan alasan blanko tidak ada.
Selanjutnya, Epi menyampaikan air pam Perumda Tirtanadi yang sering mati tapi tagihan tetap mahal. "Saya hampir tiap malam begadang, karena air hidupnya jam 1 atau jam 2 malam. Disitulah saya sibuk menampung air, karena paginya air mati lagi," ungkap Epi.
Jenazah Tumpang Tindih dan Kota Kabel
Di kesempatan sama, Yusben pengurus STM mengungkapkan pekuburan muslim di Jalan Kemiri sudah padat. Sehingga jika ada warga yang meninggal, terpaksa tumpang tindih.
"Kondisi pekuburan di Jalan Kemiri sudah memprihatinkan. Jenazah sudah bertimpa-timpa. Ada 7 kelurahan yang menggunakan pekuburan di sini. Jadi kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi," kata Yusben dalam kegiatan reses tersebut.
Dia mengutarakan permasalahan ini sebelumnya sudah disampaikan pada anggota dewan yang lain dan pemerintah kota, tapi sampai saat ini tak ada realisasinya.
"Kami berharap ada pemakaman baru dan saat ini kami berencana untuk membeli lahan di kawasan selambo. Kami berharap pemerintah kota membantu, paling tidak uang mukanya aja. Biar cicilannya bisa diusaha dibayar dari stm," kata Yusben.
Turut menyampaikan aspirasi, Khairul Fuad meminta agar diusulkan penurunan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). "Kondisi ekonomi saat ini sudah lemah, sangat sulit mencari nafkah. Dibebani dengan PBB yang mahal, sangat menyulitkan masyarakat untuk membayarnya," kata lelaki paruh baya itu.
Dia juga meminta agar dilakukan penertiban terhadap kabel-kabel yang semakin semrawut sehingga merusak estetika kota. "Kota Medan ini seperti kota kabel. Akibat kesemrawutan kabel yang saling tumpang tindih, baik itu kabel listrik maupun kabel telekomunikasi, masyarakat kerap menjadi korban. Ada yang lehernya terjerat kabel, ada pengendara yang jatuh karena kabel berjuntai. Mohon ditertibkan lah, ini sangat berbahaya jika dibiarkan," katanya.
Pada reses itu, Riska, Kepala Lingkungan 7 menyampaikan, dirinya sudah berulangkali menyampaikan permohonan untuk perbaikan dan pengadaan lampu jalan di wilayah lingkungannya. Khususnya untuk di Gang Simpati karena kawasan itu sangat gelap jika malam hari.
"Sejak Januari lalu saya sudah sampaikan ke Dinas Perhubungan terkait masalah lampu jalan. Ada yang rusak dan ada yang butuh dibuat lampu jalan, terutama di Gang Simpati. Karena di sana benar-benar gelap jika malam, dan rawan terjadi pencurian. Saya harapkan minimal ada 5 titik lampu di gang itu, agar tidak terlalu gelap," kata Riska.
Menjawab permasalahan yang disampaikan masyarakat, Hj Sri Rezeki menyampaikan semua aspirasi dicatat dan kemudian dirangkum dalam bentuk Pokok Pikiran DPRD, yang berisi catatan, saran, dan rekomendasi dari masyarakat mengenai berbagai aspek pembangunan dan pelayanan publik.
"Aspirasi masyarakat dicatat sebagai bahan pikiran dewan, yang dikenal sebagai "Pokok Pikiran DPRD" (Pokir). Pokir ini menjadi masukan penting dalam penyusunan rencana pembangunan daerah dan pembahasan anggaran. Kita berharap permasalahan yang disampaikan warga akan ditindaklanjuti untuk perbaikan dan dicari solusinya," ujar Sri Rezeki.
Kegiatan reses ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan memberi souvenir serta nasi dan kue kotak kepada warga yang hadir.
Untuk diketahui, kegiatan reses Hj. Sri Rezeki, A.Md dilaksanakan selama 3 hari di berbagai lokasi. Pada Sabtu/26 Juli 2025 dilaksanakan di Jalan Kemiri Kel. Sudirejo 2 Kec. Medan Kota dan Jalan Jermal 5 Kel. Denai Kec. Medan Denai. Kemudian pada Minggu/27 Juli 2025, dilaksanakan di jalan Jermal 6 Kel. Denai Kec. Medan Denai. Lalu dilanjutkan di Jalan AR. Hakim Kel. Pasar Merah Timur Kec. Medan Area dan Jl. Sisingamangaraja Kel. Kota Matsum III Kec. Medan Kota. Terakhir Senin/28 Juli 2025 dilaksanakan di Jalan Panglima Denai Kel. Amplas Kec. Medan Amplas. (mar)