Bobby Nasution : Harga Avtur di Kualanamu Termahal di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 / 20.39

 Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat kegiatan Silaturahmi bersama pimpinan redaksi (pemred) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (25/8/2025). (ft-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Mengejutkan sekali dan baru tahu, kalau harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis  Avtur di Bandara Kualanamu Airport (KNIA), ternyata masuk dalam kategori termahal di Indonesia bahkan Internasional sehingga banyak maskapai penerbangan luar negeri hanya mampu bertahan beroprasional  sampai 3 bulan saja.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat memberikan sedikit  bocoran informasi dalam kegiatan Silaturahmi bersama pimpinan redaksi (pemred) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (25/8/2025).

Dalam pertemuan tersebut, orang nomor satu di Pemprov Sumut ini sempat bertanya kepada beberapa OPD yang hadir, apakah tidak apa-apa jika memberitahukan tentang harga BBM jenis Avtur di Bandara Kualanamu yang jauh  lebih mahal daripada bandara yang ada di Indonesia terutama di Internasional. "Tidak apa-apa ya dibuka saja, " ungkap Bobby Nasution kemudian.

Ia pun membuka wacana bahwa akibat mahalnya harga Avtur tersebut mengakibatkan harga tiket pesawat dari Kualanamu ke Jakarta lebih mahal daripada naik pesawat dari Jakarta ke Kualanamu.

"Maka dari itu ayo kita bersama-sama mengatasi bagaimana caranya agar harga Avtur di Kualanamu tidak mahal. Karena saat ini, harga seliter Avtur di Kualanamu mencapai Rp14 Ribu. Sedangkan di bandara lain seperti di Bandara Soekarno Hatta, itu Rp12 ribu/liter untuk Avtur," terangnya.

Lanjut Bobby, ada satu maskapai yang pernah berbicara dengan dirinya perihal itu. Jadi, akunya, maskapai tersebut berinovasi untuk mengantisipasi pembelian Avtur di Bandara Kualanamu.

"Misal, mereka terbang dari Kualanamu ke Jakarta, mereka (maskapai) membeli Avtur di Bandara Kualanamu, begitu sampai Jakarta, mereka membeli Avtur di Bandara Soekarno Hatta dan balik lagi ke Kualanamu, setelah itu pergi ke Pineng atau Kualalumpur isi minyak full la dia di situ. Lalu terbang lagi ke Kualanamu, isi minyak sedikit saja lalu terbang lagi ke Jakarta," terangnya.

Itu dilakukan pihak maskapai agar harga Avtur yang mahal di Bandara Kualanamu sedikit tertutupi.

Tapi, sambungnya walau sudah berinovasi, tetap saja banyak sekali maskapai luar negeri yang masuk ke Kualanamu cuma bertahan 3 bulan. Karena memang begitu mereka mengisi avtur di sini dengan pesawat yang besar mereka pergi dengan komposisi penumpang yang tidak begitu penuh sehingga mengalami kerugian.

"Nah ini, perbandingan harganya di Kualanamu ini kalau tidak salah saya Rp14.500 per liter, di Soekarno Hatta itu Rp 12 ribu per liter. Makanya tadi saya bilang kenapa maskapai swasta tadi terbang dari Jakarta - Medan - Kualanamu. Karena di sana itu hanya Rp10 ribuan di Malaysia. Bayangkan Rp4.500 selisihnya, pesawatnya isi bukan seperti isi minyak mobil dinas, mungkin paling banyak 50 liter, ini ngisi nya per ton," jelasnya.

Dengan selisihnya ribuan perak itu, mungkin harus menaikkan harga -kalau gak salah sampai - 40%. Nah hal yang seperti ini, mungkin perlu sama-sama mencari solusi dan membenahi persoalan mengenai hal yang krusial seperti ini.

Namun, kata Bobby, semua pihak harus melirik hal ini. Mengingat tidak bisa ujuk-ujuk Gubernur Sumut mempertanyakan hal tersebut.

Bobby mengharapkan bisa membantu  sehingga minimal harga Avtur di Bandara Kualanamu ini benar-benar sejalan dengan cita-cita Kualanamu ini didirikan.

"Kita tahu bahwa Bandara Kualanamu mempunyai kereta yang punya koneksi dari Bandara ke Kota. Itu bukan ada di Bandung, bukan di Jakarta, tapi pertama kali ada di Sumatera Utara. Fasilitas dibuat lengkap karena bukan hanya untuk domestik kita, tapi juga untuk Internasional," katanya. (mar)

Komentar Anda

Terkini