MEDAN, KLIKMETRO.COM - Sebuah ledakan hebat menghancurkan satu unit rumah di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026). Peristiwa ini memicu respons cepat dari otoritas setempat, di mana Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Calvinj langsung meninjau lokasi kejadian guna memastikan kelancaran proses evakuasi.
Meski satu korban telah dievakuasi, fokus utama petugas saat ini adalah menyelamatkan dua korban lainnya yang diduga kuat masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
"Korban yang ditemukan tadi dini hari adalah istri pemilik rumah. Saat ini fokus kami bersama tim gabungan adalah mencari dua korban lainnya yang masih belum ditemukan," ujar Rico di lokasi kejadian.
Proses Evakuasi Terkendala Puing Berat
Wali Kota Medan mengakui bahwa proses pencarian berjalan cukup lambat karena kendala medan yang ekstrem. Kerusakan masif pada struktur bangunan membuat tim penyelamat tidak bisa melakukan pencarian secara manual atau langsung memanjat reruntuhan secara ceroboh.
"Kondisi medannya cukup sulit. Bangunan hancur hampir di seluruh bagian sehingga tidak memungkinkan dilakukan secara manual ataupun dengan petugas langsung naik ke atas reruntuhan. Karena itu, puing-puing harus disingkirkan secara bertahap agar proses pencarian bisa dilakukan dengan aman," jelas Rico.
Ia juga meminta masyarakat luas untuk ikut mendoakan keselamatan tim penolong serta berharap kedua korban yang masih hilang bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Diduga Akibat Kebocoran Gas
Terkait pemicu hancurnya rumah mewah tersebut, Rico menyebutkan bahwa indikasi awal mengarah pada kebocoran gas. Namun, ia mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.
"Indikasi awal memang mengarah pada kebocoran gas. Namun kami belum bisa menyimpulkan karena penyebab pastinya masih didalami oleh pihak kepolisian. Nanti akan dijelaskan secara resmi setelah proses penyelidikan selesai," tegasnya.
Hingga saat ini, area sekitar lokasi telah dipasangi garis polisi (police line) demi keamanan warga dan kelancaran Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Proses evakuasi berskala besar masih terus berlangsung dengan melibatkan personel gabungan dari TNI/Polri, Brimob, Basarnas, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta para relawan setempat. (mar)
