![]() |
| Aksi massa menggelar unjukrasa terkait dugaan korupsi pengadaan jilbab di Pemkab Deli Serdang. (ft-ist) |
DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bersatu Sumatera Utara (AMARA SUMUT) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Rabu (16/9/2026). Massa melakukan aksi maraton di tiga titik sekaligus, yaitu Kantor Bupati Deli Serdang, Kantor DPRD Deli Serdang, dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Srdang.
Aksi yang dimulai sekira pukul 13.00 WIB ini bertujuan untuk menuntut pengusutan tuntas dugaan penyimpangan proyek pengadaan 15.000 potong jilbab senilai Rp525 juta di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Deli Serdang tahun anggaran 2025.
Suasana unjuk rasa sempat diwarnai ketegangan saat massa mendatangi Kantor Bupati Deli Serdang. Karena pintu gerbang dalam kondisi terkunci rapat dan Bupati tidak kunjung menemui mereka, massa yang kecewa sempat menggedor-gedor pagar besi kantor tersebut.
Sepanjang aksi yang berlangsung sekitar 30 menit itu, massa juga membentangkan spanduk besar yang menarik perhatian publik. Spanduk tersebut bertuliskan "Tangkap dan Adili Ketua PKK Deliserdang", sebagai bentuk protes atas dugaan keterlibatan pejabat organisasi tersebut dalam pusaran kasus.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi AMARA SUMUT, Imam, menegaskan bahwa demo ini dipicu oleh hasil investigasi lapangan yang menemukan banyak kejanggalan pada proyek jilbab tersebut.
"Harga jilbab itu sekitar Rp35.000 per potong, ini tidak wajar. Ditambah lagi ada dugaan jilbab bertuliskan 'Asri' ini sudah dibagikan pada momentum politik lalu, tapi anggarannya malah dibebankan ke APBD 2025," teriak Imam di depan massa aksi.
Lewas pengeras suara, AMARA SUMUT meneriakkan tuntutan mereka kepada tiga lembaga:
- Kepada Bupati Deli Serdang: Mendesak pemeriksaan terhadap Ketua PKK Deliserdang atas dugaan konflik kepentingan.
- Kepada Kejari Deli Serdang: Mendesak jaksa segera menyelidiki oknum Ketua PKK, Bendahara PKK, pihak penyedia barang, dan Kabag Kesra terkait dugaan penggelembungan harga (markup).
- Kepada DPRD Deli Serdang: Mendesak legislatif memanggil paksa para pejabat terkait dan membuka dokumen anggaran ke publik.
Aksi unjuk rasa akhirnya mereda setelah dua pejabat Pemkab Deli Serdang, yakni Kasatpol PP Marzuki dan Plt Kepala Badan Kesbangpol Anwar Sadat, keluar menemui massa.
Di hadapan para pendemo, pihak pemerintah menjelaskan bahwa aspirasi mahasiswa sudah didengar. Saat ini, kasus pengadaan jilbab tersebut sudah resmi masuk dalam pemeriksaan internal oleh Inspektorat serta penyelidikan hukum oleh Satreskrim Polresta Deli Serdang.
Setelah mendapat jawaban tersebut, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib namun berjanji akan terus mengawal kasus ini.(fan)
