Laporan Hasil Reses, Infrastruktur dan Bansos Masih Dominasi Keluhan Warga Dapil 4 Kota Medan

Selasa, 01 September 2026 / 19.50

Rapat Paripurna DPRD Medan tentang Laporan Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026. (ft-ist) 

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Persoalan klasik seputar perbaikan drainase, jalan rusak, banjir, distribusi bantuan sosial (bansos), hingga pemenuhan air bersih masih mendominasi keluhan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kota Medan. Hal ini terungkap dalam Sidang Paripurna laporan hasil Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (31/8/2026).

Anggota DPRD Kota Medan dari Dapil 4, Agus Setiawan, SE, menyampaikan bahwa aspirasi tersebut dihimpun langsung dari warga di empat kecamatan, yakni Medan Amplas, Medan Area, Medan Denai, dan Medan Kota.

"Seluruh keluhan warga ini menjadi bahan masukan penting bagi dewan untuk segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan," ujar Agus, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut

Di sektor infrastruktur, warga mendesak pengaspalan segera di sejumlah titik krusial. Beberapa di antaranya adalah Jalan Wahidin dan Jalan Paitan di Kelurahan Pandau Hulu II, Medan Area. Menurut laporan warga, kondisi jalan yang berlubang parah di kawasan tersebut telah memakan banyak korban luka akibat terjatuh dari sepeda motor. Keluhan serupa juga datang dari warga Jalan Seksama Komp. Pemda Blok D (Medan Denai) dan Kelurahan Sei Rengas I (Medan Kota).

Lebih memprihatinkan, akses jalan menuju SD Negeri 78 di Jalan Jermal XI Gang Saudara dilaporkan rusak berat dan selalu becek saat hujan, sehingga menyulitkan anak-anak untuk pergi ke sekolah.

Sementara itu, ancaman banjir musiman masih membayangi warga akibat buruknya sistem drainase. Warga Jalan Garu II di Medan Amplas mengaku telah menderita banjir parah selama dua tahun terakhir tanpa ada penanganan konkret. Di Medan Denai dan Medan Area, warga mendesak Pemko Medan melakukan pengerukan Parit Sulang-Saling yang mendangkal, pembersihan gorong-gorong Jalan Sampali, hingga pembongkaran drainase yang tersumbat di Jalan Perguruan Tinggi Swadaya.

Soroti Keamanan, LPJU dan Akurasi Data Bansos

Selain infrastruktur fisik, isu sosial dan keamanan juga mencuat dalam reses kali ini. Warga Jalan Jermal XI Medan Denai meminta pengaktifan kembali poskamling akibat maraknya aksi pencurian yang meresahkan. Di tempat lain, warga meminta perbaikan dan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Jalan Wahidin dan simpang Jalan Sampali demi menghindari kerawanan di malam hari.

Terkait kesejahteraan, warga di Jalan Seksama Gang Ikhlas meminta verifikasi ulang data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Warga menilai penyaluran bansos saat ini belum sepenuhnya transparan dan masih melewatkan keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan. Warga Medan Area juga mengusulkan adanya bantuan modal usaha serta pendampingan berkala bagi pelaku UMKM.

Selain itu, warga juga menyoroti dampak dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Warga di Komp. Oma Deli Jalan Sisingamangaraja meminta pemerintah memperketat pengawasan pasar agar program tersebut tidak memicu kelangkaan komoditas atau lonjakan harga bahan pokok bagi masyarakat umum.

Menutup penyampaiannya, Agus Setiawan menegaskan bahwa seluruh hasil reses dari tim Dapil 4—yang juga beranggotakan Afif Abdillah, Edi Saputra, dan Fauzi—akan dikonversikan menjadi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Medan.

"Hasil dari forum ini selanjutnya akan kami tuangkan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran DPRD melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) agar Pemko Medan dapat langsung menganggarkan perbaikannya," pungkas Agus. (mar)

Komentar Anda

Terkini