Medan Utara Kerap 'Dianaktirikan', DPRD Medan Desak OPD Gerak Cepat Lakukan Pendataan

Kamis, 17 September 2026 / 15.03

Anggota DPRD Medan Saipul Bahri. (ft-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Saipul Bahri, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk bergerak cepat. Khususnya kepada Kepala Lingkungan (Kepling), Lurah, dan Camat, ia mendesak agar segera mentabulasi kebutuhan skala prioritas pembangunan di kawasan Medan Utara.

Pendataan ini dinilai sangat penting seiring dengan komitmen Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Wali Kota berkomitmen mengalokasikan 35 persen dari anggaran Tahun 2027 khusus untuk pembangunan wilayah Medan Utara.

"Kebijakan itu sangat kita apresiasi, mengingat banyaknya keluhan masyarakat terkait infrastruktur, banjir rob, peningkatan kualitas masyarakat, pendidikan, hingga layanan kesehatan," ujar Saipul, Kamis (17/9/2026).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan ini menambahkan, Kepling, Lurah, beserta OPD terkait harus segera melakukan pendataan dan koordinasi lintas sektoral.

"Menyiapkan masing-masing proposal pengajuan kebutuhan apa saja. Kepling, Lurah, dan Camat berperan memperkuat koordinasi serta mengawal realisasi program pembangunan di lapangan," harap politisi Partai NasDem tersebut.

Menurut Saipul, langkah cepat ini dilakukan demi kepentingan umum dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Medan Utara. Ia berharap semua pihak dapat memberikan dukungan penuh guna percepatan pembangunan yang menyeluruh.

Selama ini, lanjut Saipul, masyarakat Medan Utara merasa dianaktirikan karena kebutuhan pembangunan kerap dikesampingkan. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada masalah sosial di lapangan.

"Maka tak heran jika keributan dan tawuran antarwarga sering terjadi. Semua itu tidak terlepas dari masalah ekonomi dan sosial," ungkap pensiunan TNI AL itu.

Ia berharap, lewat komitmen anggaran yang besar ini, masyarakat Belawan dan sekitarnya tidak lagi merasa terasing di tempat sendiri, melainkan ikut merasakan dampak pembangunan secara utuh.

Saat ini, persoalan di Medan Utara diakui memang sangat kompleks. Masalah tersebut mulai dari rumah tidak layak huni, buruknya drainase dan banjir, minimnya fasilitas sekolah dan ibadah, pemerataan bantuan sosial, pengembangan UMKM, fasilitas kesehatan, hingga kebutuhan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Guna memaksimalkan program Wali Kota Medan tersebut, Saipul juga meminta seluruh perusahaan, badan usaha, serta lembaga yang beroperasi di wilayah Medan Utara untuk ikut turun tangan.

"Seluruh perusahaan supaya lebih proaktif memberikan upaya dan solusi bagi peningkatan pembangunan di Medan Utara," pungkasnya. (mar)

Komentar Anda

Terkini