-->

Duh Kejamnya, Jelang Idul Fitri Perusahaan Minyak Goreng Ini Pecat 90 Karyawan

Rabu, 29 Mei 2019 / 21.19
Karyawan PT Agro Jaya Perdana berunjukrasa memprotes pemecatan sepihak yang dilakukan pihak perusahaan.
MEDAN, KMC - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, PT Agro Jaya Perdana malah memecat sepihak 90 karyawannya. Akibatnya, ratusan karyawan berunjukrasa di depan pabrik yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Medan Labuhan, Rabu (29//2019).

Informasi yang diperoleh wartawan di lapangan, para karyawan yang kena Putus Hubungan Kerja (PHK) ini tak mengetahui jelas apa kesalahan mereka sehingga dipecat. Apalagi sebagian karyawan sudah belasan tahun bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak goreng tersebut.

"Kami meminta keadilan pada pihak perusahaan, kenapa memecat kami sepihak. Sementara rata-rata karyawan yang dipecat sudah bertahun-tahun bekerja. Bahkan ada yang sudah 15 tahun bekerja di sini,"ungkap seorang karyawan yang di PHK.
Para karyawan berunjukrasa di depan gerbang PT Agro Jaya Perdana.
Kendati hanya 90 karyawan yang diberhentikan, namun aksi unras diikuti ratusan karyawan lainnya. Hal ini lantaran rasa kebersamaan antar karyawan yang bersimpati atas pemecatan rekan kerja mereka. Apalagi pemecatan tersebut dilakukan secara tiba-tiba, tanpa adanya surat peringatan terlebih dulu.

Sebelumnya, pada pagi hari, karyawan masih melakukan aktivitasnya seperti biasa. Namun, tiba-tiba pihak perusahaan mengumumkan pemecatan terhadap 90 karyawan dengan alasan perusahaan merugi.

Dalam orasinya di depan pintu utama perusahaan, para karyawan yang melakukan aksi unjuk rasa hingga ke badan jalan raya itu mendapat pengawalan ketat dari petugas Polsekta Medan Labuhan.

Para pekerja tidak menerima tindakan pemecatan yang dilakukan PT Agro Jaya Perdana secara sepihak tersebut, apalagi pemecatan dilakukan menjelang Lebaran yang sudah di ambang pintu.

“Kami tiba-tiba saja dipecat, alasannya karena perusahaan merugi. Padahal sampai saat ini perusahaan masih berproduksi. Apalagi ini menjelang hari raya, di saat kami sangat membutuhkan uang untuk keluarga malah dipecat,”tutur para karyawan dengan raut sedih.

Sayangnya, dalam aksi tersebut, tak seorang pun dari pihak perusahaan yang bersedia menerima delegasi karyawan yang hendak bermusyawarah. (mar)
Komentar Anda

Terkini