![]() |
| Polsek Patumbak bersama Koramil 08/ MJ dan pihak Kecamatan Medan Amplas rapat terpadu bahas pembentukan Kampung Harapan. |
![]() |
| Sejumlah warga mengikuti rapat terpadu dalam pembentukan Kampung Harapan. |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Muspika Kecamatan Medan Amplas yakni Kepolisian Sektor (Polsek Patumbak), Koramil 08/ MJ dan pihak Kecamatan (Tiga Pilar) melakukan rapat terpadu dalam pembentukan 'Kampung Harapan', bertempat di Kantor Camat Medan Amplas Jalan Garu III Kelurahan Harjosari I Kac Medan Amplas, Senin (25/1).
Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza SH.SIK.MH, kepada wartawan mengatakan, pembentukan Kampung Harapan ini merupakan program Pemerintah untuk mencapai kemandirian Desa atau Kelurahan di lokasi tertentu.
Menurutnya, dalam rapat tersebut, disepakati pembentukan Kampung Harapan akan berada di Jalan Turi Ujung, Kecamatan Medan Amplas. Pihak perusahaan juga sepakat untuk membantu masyarakat dalam bentuk material dalam pembangunan.
"Tujuannya untuk mencapai kemandirian desa/kelurahan dengan melibatkan peran serta masyarakat. Sehingga diharapkan ke depan tidak banyak terlalu bergantung kepada pemerintah," ujar Arfin.
Selain itu Arfin juga menjelaskan, program dibentuknya 'Kampung Harapan' lantas bukan membuat masyarakat tidak bergantung lagi kepada pemerintah, atau tidak memerlukan polisi lagi dalam penindakan hukum.
"Bukan seperti itu. Intinya diharapkan masyarakat lebih mandiri, semisal bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan penghasilan sendiri," ujar Arfin.
Dikatakan Arfin, dengan kemandirian warga di desa atau kelurahan secara otomatis tingkat kriminalitas bisa ditekan. Sebab, dengan adanya lapangan pekerjaan baru dan telah memiliki penghasilan sendiri, paling tidak para pemuda akan mengurungkan niat untuk melakukan perbuatan melanggar hukum.
"Ini yang dibahas tadi. Dalam hal ini pemerintah hanya memberikan stimulus. Kita bersama tiga pilar dalam melakukan rapat tadi," tukasnya.
Sementara Sugino (48) warga Jalan Garu VII Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas menyebutkan dirinya menyambut baik dengan dibentuknya 'Kampung Harapan'. Dia menilai, jika benar-benar dijalankan program ini ke depan bakal dapat menampung pemuda-pemudi yang selama ini tidak memiliki pekerjaan tetap.
"Semoga secepatnya dibentuk. Saya fikir ini akan membawa pengaruh positif. Jika para pemuda memiliki pekerjaan, niat untuk melakukan tindakan kriminal pun pasti kecil. Otomatis itu," harap pria berprofesi sopir bus tersebut. (put)

