-->

Tragis! Ibu dan Anak Tewas Kesetrum Kawat Jemuran

Selasa, 13 Juli 2021 / 22.28

Petugas kepolisian di lokasi kejadian.

SIMALUNGUN, KLIKMETRO. Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Huta Ganjang, Nagori Pardomuan Nauli, Kecamatan Pematang Bandar. Seorang ibu dan anak tewas mengenaskan setelah tersengat arus listrik, Senin (12/7/2021) sekira pukul 08.30 wib.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, S.I.K., melalui Humas menerangkan kepada wartawan, pada Senin (12/7/2021) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, Petugas Piket SPK Polsek Perdagangan Aiptu M.U. Sihombing menerima telepon dari Bhabinkamtibmas AIPDA J. Samosir bahwa ada dua orang wanita meninggal dunia di Huta Ganjang, Nagori Pardomuan Nauli, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun dan diduga tersengat arus listrik.

Setelah mendapat laporan tersebut, KA SPK Polsek Perdagangan melaporkan Kepada Pawas IPDA Edi Saputra, S.H kemudian Pawas bersama Piket Fungsi Menuju ke TKP. Selanjutnya sekitar pukul 10.00 WIB, Pawas Bersama Piket Fungsi Tiba di lokasi dan mengetahui bahwa jenazah yang meninggal dunia tersebut sudah berada di dalam rumah duka dan membantu mengevakuasi korban.

Dari hasil keterangan saksi yang dihimpun petugas di TKP, yakni Brando Pardede yang merupakan anak kandung korban, kejadian tersebut bermula saat Purnama Silalahi menyuruh putrinya untuk menjemur pakaian.

Pada saat menjemur pakaian, tiba-tiba putrinya menjerit-jerit. Mendengar itu, Brando Pardede yang berusaha menolong Sarah. Namun ia merasakan adanya sengatan arus listrik saat memegang tubuh korban yang tak lain adalah kakaknya.

Brando lalu memberitahu ibunya kalau kakaknya tersengat arus listrik. " Mak kakak kesetrum," beritahu Brando pada ibunya.

Mendengar itu, Purnama Silalahi pun langsung berusaha menarik tubuh Sara Pardede, putrinya. Namun usaha tersebut tidak berhasil. Brando yang menyaksikan kejadian itu menangis dan berteriak sejadi-jadinya.

Tak lama, setelah mendengar teriakan Brando, tetangga mereka Kaudiman Nainggolan pun mendatangi TKP dan melihat ibu dan anak itu sudah tergeletak di tanah. Pun demikian, ia berusaha menarik Kaki Purnama Silalahi. Ia pun masih merasakan adanya sengatan listrik.

Usai menarik Purnama, Kaudiman pun berusaha menarik tangan Sarah yang sedang memegang kawat jemuran yang teraliri arus listrik sampai terlepas. Setelah menolong korban, Kaudiman merasa lemas. Ia pun dibawa oleh warga lainnya ke klinik Bidan Wiwit.

Berdasarkan keterangan Petugas PLN yakni ; Zainal Lubis (38) yang ditanyai polisi, bahwa setelah memeriksa dan mencari sumber arus listrik yang mengakibatkan dua orang wanita itu meninggal dunia, diketahui arus tersebut berasal dari kabel listrik yang terpotong ujungnya menyentuh seng yang berhubungan langsung dengan Kawat Jemuran.

Atas permintaan keluarga korban yang dibuat dalam surat bermaterai, terhadap kedua korban tidak dilakukan otopsi, karena korban meninggal dunia kerena tersengat arus listrik. Jenazah ibu dan anak gadisnya itu pun disemayamkan di rumah duka, Huta Ganjang, Nagori Pardomuan Nauli, Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun.(mt/mr)

Komentar Anda

Terkini