-->

Kisruh di Puskesmas Denai dan Johor, Warga Rebutan Divaksin

Rabu, 01 September 2021 / 18.14

Suasana kisruh di puskesmas.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Sejumlah video menunjukkan keramaian warga yang ingin melakukan vaksinasi Corona di Medan, Sumatera Utara (Sumut), beredar viral. Ada juga warga yang teriak-teriak di lokasi.

Dilihat dalam video tersebut, Rabu (1/9/2021), tampak warga beramai-ramai mendatangi Puskesmas Medan Denai, Medan. Ada seorang wanita yang meminta agar masyarakat tertib.

Kepala Tata Usaha (KTU) UPT Puskesmas Medan Denai Nur Fadliana menjelaskan soal peristiwa itu. Dia mengatakan keramaian itu terjadi karena antusiasme warga mendapatkan vaksinasi.

“Memang kita ada membuka jadwal vaksinasi pertama untuk masyarakat. Tapi kita khusus Medan Denai hanya kebagian 500 dosis. Sebanyak 500 dosis itu kita akan distribusikan mulai semalam sampai hari Sabtu. Tapi kan nggak mungkin semua sekaligus 500 itu kami kerjakan satu hari karena keterbatasan tenaga kami dan menghindari penumpukan,” katanya.

Fadliana mengatakan pihaknya melayani pemberian vaksin Corona untuk 100 orang per hari. Namun, karena ramainya warga yang datang, pihaknya menambah kuota vaksinasi hari ini.

“Maka per hari kami keluarkan 100 dosis. Tapi karena antusiasme masyarakat yang terlalu tinggi untuk mendapatkan vaksin pertama ini, akhirnya pagi tadi banyak sekali masyarakat yang mau mendaftar,” ucap Fadliana.

Dia mengaku telah mengumumkan tata cara vaksinasi corona melalui media sosial. Namun masyarakat tetap datang sebelum puskesmas buka.

“Kami sudah umumkan di WA call center Puskesmas, di Instagram, bahwa antrean itu dibuka jam 07.30 WIB karena petugas ready jam 07.30 WIB. Tapi masyarakat dari jam 06.30 WIB sudah ada yang datang. Jadi untuk hari ini kami sudah membuka 150 dosis karena antusiasme masyarakat yang cukup tinggi,” sebut Fadliana.

“Bukan rebutan, antusiasme mereka. Masyarakat datang berusaha untuk mendapatkan antrean,” sambungnya.

Keramaian juga terjadi di Medan Johor. Warga yang hendak melakukan  vaksinasi Corona hampir tidak bisa dikendalikan.

“Hampir, tapi saya amankan dengan memberi penjelasan. Yang ribut hanya satu orang. Tapi teriak-teriak. Dia belum daftar tapi minta divaksinasi,” kata Camat Medan Johor Zul Fakhri. (dc)

Komentar Anda

Terkini