| Pengurus DHC 45 besama PK IMMF UINSU menggelar sarasehan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.. (Lubis/klikmetro) |
| Para pengurus DHC 45 Kota Medan dan narasumber berfoto bersama mahasiswa pada kegiatan sarasehan di UINSU. (Lubis/klikmetro) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Masih dalam suasana memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, Dewan Harian Cabang Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan'45 (DHC-BPPK'45) Kota Medan menggelar sarasehan bersama PK IMMF Universitas Islam Negeri(UIN) Sumut di aula Fakultas Bahasa Arab UINSU, Selasa (11/11/2021).
Sebelumnya, DHC 45 Kota Medan yang diketuai Usman Permadi dan sekretaris Supriadi bersama pengurus dan jajaran menggelar kegiatan memberi tali asih kepada keluarga pejuang dan menabur bunga di Makam Pahlawan.
"Kegiatan sarasehan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa dan jiwa kepahlawanan bagi generasi penerus,"kata Usman Permadi.
Turut hadir sebagai narasumber, Danramil 13 Percut Sei Tuan Mayor Romi Sembiring, Herianto dari Badan Narkotika Nasional (BNN) sumut dan Edi Sofyan yang merupakan Sekretaris Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumut.
Pada kegiatan itu, Mayor Romi Sembiring mengajak para mahasiswa tidak melupakan sejarah dan perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"NKRI ini berdiri kokoh karena bertiangkan pondasi tulang belulang para pahlawan,"sebut Danramil 13 Percut Sei Tuan ini.
Pada kesempatan sama, Herianto dari BNN Sumut memaparkan situasi peredaran narkoba di Sumatera Utara, serta bahaya bagi pengonsumsi benda haram tersebut.
"Pengonsumsi narkoba dapat menjadi impulsif (tak bisa terkendali). Program BNN Sumut mengedepankan Restoratif Justice yang bersifat pembinaan maupun regabilitasi dan merubah pengonsumsi narkoba yang dianggap sebagai sampah untuk diolah dan diupayakan agar menjadi pupuk yang sangat berguna dan dibutuhkan,"kata Herianto.
Sementara, Edi Sofyan sekaligus moderator dan Sekretaris DHD 45 Sumut mengajak para mahasiswa UIN sebagai generasi penerus bangsa melanjutkan cita-cita para leluhur agar dapat mempertahankan kesatuan dan keutuhan NKRI.
"Agar nanti kiranya generasi penerus dapat menjadi pemimpin yang berazaskan keislaman dan tetap mengedepankan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi," harap Edi Sofyan.
Acura sarasehan ini digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan, sehinggga peserta yang diundang dibatasi kehadirannya agar tidak menciptakan kerumunan. (lubis)