-->

Masuk Perangkap Kondisi Makin Melemah, Harimau Sumatera 'Dewi Siundol' Ditangani Medis

Minggu, 19 Desember 2021 / 14.05

Kondisi Dewi Siundol, si harimau sumatera semakin melemah pasca masuk perangkap. (f-putra/klikmetro)' 

MEDAN, KLIKMETRO.COM - “Dewi Siundol” Harimau Sumatera yang masuk dalam perangkap jebakan dan dievakuasi ke Sanctuary Harimau Sumatera Barumun di Desa Batu Nanggar, Kecamatan. Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas, pada Kamis 16 Desember 2021, kini telah dilakukan penanganan medis.

Hal itu dikatakan Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Ir. Irzal Azhar, M.Si. melalui Kepala Subbag Data, Evlap dan Kehumasan BBKSDA Sumut Andoko Hidayat pada wartawan, Minggu (19/12/2021).

Andoko Hidayat selaku Kehumasan BKDA Sumut menyebutkan, selain mendapat penanganan dan perawatan medis yang dilakukan pada Sabtu 18 Desember 2021 sekitar pukul 10.30 – 14.00 Wib, selanjutnya Harimau Sumatera itu diberi nama penandaan “Dewi Siundol”.

“Penanganan medis “Dewi Siundol” si Harimau Sumatera ini dilakukan oleh tim gabungan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Yayasan Bodhicitta Mandala Medan dan drh. Anhar Lubis,”ujar Andoko Hidayat.

Dikatakan Andoko, sementara hasil pemeriksaan menginformasikan bahwa “Dewi Siundol” si raja hutan ini berkelamin betina, diperkirakan berusia di atas 6 tahun (dewasa), dengan berat 73 kg.

Sedangkan keterangan Tim medis juga menyebutkan bahwa pada beberapa bagian tubuh Harimau Sumatera, seperti pada siku bagian kaki depan dan belakang serta pada semua telapak kaki depan dan belakang terlihat luka, bahkan luka tersebut sebagian telah berbelatung. 

“Tim medis berkesimpulan bahwa tingkat luka pada tubuh “Dewi Siundol” si raja hutan tersebut adalah masif,”sebut Andoko.

Disebutkan Andoko, tindakan medis yang dilakukan terhadap “Dewi Siumdol” si Harimau Sumatera yang terlihat lemah ini, berupa pemasangan infus, pemberian antibiotik long acting, anti imflamasi, suporting, dan membersihkan luka yang berbelatung, antelmentik serta memulihkan kondisi. 

Menurutnya,  tindakan lanjutan yang akan terus dilakukan, kepada “Dewi Siumdol” si Harimau Sumatera ini nantinya yaitu pemantauan/ observasi, melakukan cek darah ke laboratorium dan pengobatan rutin pada luka. 

“Lamanya waktu pemulihan dan penyembuhan diperkirakan ± 1-2 bulan dengan melihat perkembangan kondisi kesehatannya,”bilang Andoko.(put)

Komentar Anda

Terkini