Digigit Kera Liar, Anak Yatim Piatu di Brandan Kritis

Jumat, 26 September 2025 / 20.12

Kondisi M. Rifai yang kritis akibat serangan kera liar yang menggigit lehernya. (ft-ist)

LANGKAT, KLIKMETRO.COM - Nasib naas dialami seorang pelajar SMP di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. M. Rifai (16) terpaksa mendapat perawatan medis di rumah sakit karena kondisinya kritis usai digigit seekor kera liar, Kamis (25/9/2025).

Anak yatim piatu warga Brandan Kecamatan Babalan ini ternyata bukan korban pertama dari serangan kera liar. Remaja ini merupakan korban ke delapan.

Hal ini diketahui berdasarkan penuturan Camat Babalan, Restra Yudha SIP. "Korban ini kedelapan. Sebelumnya, sudah ada 7 orang warga yang juga menjadi korban serangan kera liar ini," ujarnya.

Dijelaskan Restra Yudha, kronologis peristiwa itu terjadi pada saat korban sedang berjalan seorang diri di jalan perumahan warga. Namun tiba-tiba, muncul seekor kera liar yang langsung menerkam korban dari arah belakang dan langsung menggigit pembuluh darah di leher korban sebelah kanan.

Warga kaget saat mendengar jeritan korban dan melihat ada seekor kera berlari meninggalkan korban yang terjatuh dengan kondisi sekujur tubuh digenangi darah.

Warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Unit Brandan dan Camat Babalan.

Warga dan petugas Damkar serta pihak kecamatan sempat bingung saat akan menyelamatkan korban. Sebab, korban merupakan anak yatim piatu dan tidak memiliki kartu BPJS.

Akhirnya, pihak kecamatan dan petugas Damkar dibantu warga membawa korban ke Rumah Sakit Pertamina dan berupaya mencari bantuan untuk biaya rumah sakit, termasuk para korban sebelumnya yang juga masih dalam perawatan.

"Khususnya korban M. Rifai ini adalah merupakan korban serangan monyet yang ke-8, berstatus yatim piatu dan tidak memiliki BPJS. Saat ini saya sedang berkoordinasi dengan pihak dinas terkait, BKSDA, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Sosial. Saya kira sementara cukup informasi hanya itu ya Bang. Karena saya akan menghubungi pihak-pihak instansi terkait untuk penanganan korban," tandasnya.

Kondisi terkini korban M. Rifai yang berstatus pelajar SMP, saat ini kondisinya dalam keadaan kritis. Bahkan, pihak Rumah Sakit Pertamina disebut-sebut akan segera merujuk korban ke rumah sakit lain karna keterbatasan peralatan.

Sementara itu, Sekretaris BKSDA Wilayah II Stabat, Bobby Nopandry, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait serangan hewan liar jenis kera kepada warga di Berandan Kecamatan Babalan tersebut.

Menurut Bobby, hari ini Jumat (26/9/2025), pihaknya bersama Polisi Kehutanan akan turun ke lapangan untuk mengidentifikasi jenis kera dan berupaya akan melumpuhkan hewan yang sudah meresahkan warga tersebut.

"Kami turun bersama pihak Polisi Kehutanan (Polhut) membawa senjata untuk melumpuhkan kera tersebut," ujarnya. (mt/red)

Komentar Anda

Terkini