![]() |
| Aksi massa Forum Melayu Langkat Bersatu melakukan aksi di depan Kantor Bupati Langkat yang diterima oleh Bupati Langkat H Syah Afandin, Kamis (2/10/2025). (ft-ist) |
LANGKAT, KLIKMETRO.COM - Sejumlah massa dari Forum Melayu Langkat Bersatu menggeruduk Kantor Bupati Langkat, Kamis (2/10/2025). Mereka mendesak agar pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap lalai mengurus kebudayaan segera dicopot.
Orasi ini disampaikan di depan kantor bupati. Selanjutnya, 15 perwakilan diminta masuk ke kantor bupati untuk berdialog menyampaikan aspirasi.
Dalam pertemuan yang berlangsung tegang namun kondusif itu, forum menyerahkan maklumat resmi berisi tiga tuntutan. Poin utamanya adalah desakan agar Bupati mengganti pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Kepala Badan Perencanaan Daerah, yang dinilai gagal mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah.
“Kami sudah cukup sabar! Tidak ada perbaikan maupun kemajuan di sektor kebudayaan. Pejabat yang tidak serius jangan dibiarkan duduk di kursi empuk, harus segera diganti,” tegas salah seorang perwakilan Forum Melayu Langkat Bersatu di hadapan Bupati.
Forum menuding, tanpa komitmen kuat dari OPD terkait, regulasi pemajuan kebudayaan hanya akan menjadi dokumen mati. Mereka menilai ada pembiaran yang berlarut, sehingga program kebudayaan tidak masuk ke dalam perencanaan daerah.
Dalam maklumat yang dibacakan, Forum Melayu Langkat Bersatu mendesak:
1. Bupati segera bertindak tegas dan mengganti pimpinan OPD yang gagal melaksanakan Perda Pemajuan Kebudayaan.
2. Bupati segera mencopot Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata karena dianggap tidak ada kemajuan di sektor kebudayaan.
3. Bupati segera mengganti Kepala Badan Perencanaan Daerah yang dinilai tidak mampu memasukkan regulasi pemajuan kebudayaan ke dalam program kerja kabupaten.
"Kami minta Bupati Langkat menyelesaikan masalah peradatan Baju Melayu dan Situs. Kalau bisa dibenahi yang sudah mau hilang," ucap mereka.
Menanggapi aspirasi massa, Bupati Langkat menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak akan dibiarkan lewat begitu saja, dan pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Apa yang disampaikan saudara-saudara kita dari Forum Melayu Langkat Bersatu akan kami tindaklanjuti. Pemajuan kebudayaan adalah tanggung jawab bersama, dan tidak boleh diabaikan. Kami akan evaluasi kinerja OPD terkait, dan jika memang terbukti lalai, akan ada langkah tegas,” ujar Bupati di hadapan para tokoh Melayu.
Pertemuan yang berlangsung panas itu akhirnya mereda setelah Bupati berjanji akan menindaklanjuti seluruh tuntutan forum. Forum Melayu Langkat Bersatu pun berharap agar janji tersebut bukan sekadar kata-kata, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata demi kebangkitan budaya Melayu di Bumi Langkat. (ks)
