Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen Jalan Longsor Sibolga-Rampa

Minggu, 18 Januari 2026 / 18.36

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan rencana penanganan permanen infrastruktur jalan pada segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang di Provinsi Sumatera Utara. (ft-ist)

TAPTENG, KLIKMETRO.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan rencana penanganan permanen infrastruktur jalan pada segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang di Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas jalan yang terdampak longsor akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Berdasarkan hasil identifikasi teknis di lapangan, longsor terjadi di beberapa titik di Desa Simaninggir. Material lereng di lokasi tersebut masih terus bergerak sehingga pembangunan jalan darurat memerlukan waktu lebih lama.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas pemerintah saat terjadi bencana. Menurutnya, konektivitas infrastruktur memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

"Meski saat ini segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang telah kembali terhubung, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan umum demi alasan keselamatan. Kementerian PU masih mengoptimalkan perbaikan jalan darurat guna meningkatkan aspek keamanan pengguna jalan," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).

Sebagai alternatif, masyarakat yang melakukan perjalanan dari Tarutung menuju Kota Sibolga dapat menggunakan Jalan Nasional Ruas Batas Kota Tarutung–Simpang Rampa–Poriaha–Sibolga.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Siahaan mengatakan penanganan jalan darurat di Desa Simaninggir masih terus dilakukan. Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Kementerian PU tengah melaksanakan survei detail serta menyusun perencanaan penanganan permanen.

Menurut Hardy, terdapat dua opsi utama yang dipertimbangkan, yakni relokasi trase ke wilayah yang lebih aman dari potensi longsor, atau mempertahankan trase lama dengan rekayasa teknis berupa pemotongan lereng, penyesuaian kemiringan tebing, serta pembangunan jembatan untuk meningkatkan keselamatan.

Selain penanganan segmen Simpang Rampa–Sibolga, Kementerian PU melalui BBPJN Sumatera Utara juga terus melakukan perbaikan pada infrastruktur jalan dan jembatan lain yang terdampak bencana di wilayah tersebut. (rizki)

Komentar Anda

Terkini