Komisi IV DPRD Medan Desak Kolaborasi Pusat-Daerah Terkait Anggaran Normalisasi 5 Sungai

Rabu, 11 Februari 2026 / 19.51

Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak saat pertemuan strategis bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Anggota DPR RI Lokot Hasibuan, perwakilan BBWS Sumatera II dan lainnya terkait penanganan banjir dalam upaya mewujudkan Medan Bebas Banjir. (ft-ist) 

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Penanganan banjir di Kota Medan terus menjadi agenda prioritas Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, SH. Dalam upaya mewujudkan target "Medan Bebas Banjir," politisi dari PDI Perjuangan ini menegaskan pentingnya sinergi anggaran antara Pemerintah Kota (Pemko) Medan dengan Pemerintah Pusat.

Hal tersebut ditegaskan Paul dalam pertemuan strategis di Balai Kota Medan pada Selasa (10/2/2026). Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Anggota DPR RI Lokot Hasibuan, Anggota DPRD Medan Ahmad Affandi, serta perwakilan dari BBWS Sumatera II dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Paul Mei Anton Simanjuntak menyampaikan sejumlah poin penting kepada Pemko Medan agar meningkatkan koordinasi dengan Pemprovsu dan pemerintah pusat serta BBWS Sumatera II yang difasilitasi dengan Lokot Hasibuan serta seluruh anggota DPRD Sumut dan DPR RI asal daerah pemilihan Kota Medan.

Kordinasi itu kata Paul Mei Simanjuntak untuk merealisasikan normalisasi dan perbaikan tanggul 5 sungai di Kota Medan. 

Sebab tambah Paul, kolaborasi itu sangat penting apalagi soal anggaran. 

"Anggaran dari APBD Kota Medan sangat terbatas. Maka perlu bantuan anggaran dari pusat. Dan Pemko Medan pun kiranya dapat terbuka soal kemampuan keuangan Pemko Medan," sebut Paul. 

Terkait hal itu, Paul Simanjuntak menyampaikan harapannya kepada Lokot Hasibuan serta anggota parlemen lainnya. Secara bersama sama dapat memfasilitasi serta memperjuamgkan tambahan anggaran untuk perbaikan normalisasi 5 sungai di Kota Medan.

"Kita dengar untuk anggaran perbaikan/normalisasi 1 sungai membutuhkan biaya Rp 1.5 Triliun. Untuk 5 sungai menghabiskan 7.5 Triliun. Tentu APBD Pemko Medan tidak sanggup maka perlu bantuan pusat," terang Paul. 

Tentu sebut Paul, dengan meningkatkan komunikasi secara intens kepada semua pihak akan mendapat solusi. "Mulai saat ini mari kita maksimalkan kordinasi dengan memulai tahap demi tahap," ungkapnya.

Berdasarkan data perencanaan pengendalian banjir di Kota Medan untuk tahun 2026, lima sungai utama yang menjadi prioritas untuk dilakukan normalisasi dan perbaikan tanggul adalah: Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Bedera, Sungai Sikambing dan Sungai Belawan. (mar)

Komentar Anda

Terkini