Relaksasi KUR Pasca Bencana, BRI Sibolga: UMKM Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat Tapteng

Jumat, 27 Februari 2026 / 19.04

PT BRI Cabang Sibolga mengikuti sosialisasi tujuan kebijakan relaksasi program KUR bagi debitur UMKM terdampak bencana Sumatra, khususnya di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah untuk meringankan beban nasabah. (ft-ist)

TAPTENG, KLIKMETRO.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Cabang Sibolga mengikuti sosialisasi tujuan kebijakan relaksasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi debitur Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) terdampak bencana Sumatra khususnya di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah untuk meringankan beban nasabah. 

Kegiatan Relaksasi KUR Bisnis UMKM Sumut Bangkit 1, yang dilaksanakan Kementerian UMKM RI di Ballroom PIA Hotel Pandan, Kabupaten Tapteng itu, dihadiri langsung Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Harun AS dan seluruh forkopimda Sibolga-Tapteng.

Harun menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya di Kabupaten Tapanuli Tengah tidak hanya sekedar hadir, tetapi sebagai bentuk nyata bahwa negara hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. 

"Pemerintah hadir untuk mendampingi UMKM agar terus bisa menjalankan usahanya. Mari bangkit bersama untuk memulai usaha kembali. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan UMKM," ungkap Harun AS, Jumat (27/2/2026).

Sementara, Pimpinan Cabang BRI Sibolga Alda Martumbur Silaban yang diwakili oleh Manager Bisnis Mikro, BRI Sibolga Seniardi menjelaskan Relaksasi KUR di Bidang UMKM bertujuan untuk memberikan motivasi dan konsultasi bagi UMKM terdampak bencana agar UMKM mampu beradaptasi dengan kondisi pasca bencana dan kembali produktif, sehingga meningkatnya pengetahuan dan keterampilan UMKM terkait strategi pemulihan usaha pasca bencana.

"Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman UMKM terkait kemudahan relaksasi KUR dan adanya konsultasi langsung dengan Bank Penyalur," kata Seniardi. 

Selain itu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah salah satu program pemerintah berupa kredit/pembiayaan modal kerja atau investasi yang diberikan kepada Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM), yang produktif dan layak, guna meningkatkan perekonomian dan daya saing usaha.

Relaksasi KUR terdampak bencana adalah kebijakan keringanan dari pemerintah bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana (Longsor/banjir) untuk memulihkan usaha UMKM mencakup penundaan cicilan (Grace Periode), Perpanjangan Jangka Waktu, Keringanan Suku Bunga, serta Restrukturisasi.

"Bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mendukung UMKM yang di Tapteng untuk bertumbuh dan berkembang. Apalagi di masa pascabencana ini karena UMKM adalah salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat," sebutnya.

Tak hanya itu, pihaknya mengajak para UMKM untuk menggali potensi yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita ingin adanya salah satu produk yang betul-betul berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah, yang menjadi ciri khas daerah membuat potensi ekonomi meningkat," ujarnya.

Seniardi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sosialisasi relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi debitur yang terdampak bencana alam, khususnya pada awal tahun 2026

"Langkah ini bertujuan meringankan beban pelaku UMKM di wilayah yang mengalami bencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng," bebernya. (rizki)

Komentar Anda

Terkini