![]() |
| Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak saat memimpin rapat dengar pendapat bersama Satpol PP Kota Medan terkait bangunan bermasalah. (Foto : Istimewa) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Komisi 4 DPRD Kota Medan merekomendasikan tindakan tegas berupa penyegelan terhadap seluruh bangunan bermasalah yang telah mengantongi Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan 3. Langkah ini diambil untuk menegakkan peraturan daerah sekaligus mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sorotan tajam tertuju pada sejumlah bangunan di kawasan Medan Timur yang tetap berdiri kokoh hingga rampung meski diduga melanggar izin, termasuk persoalan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Beberapa lokasi yang menjadi target utama di antaranya:
- Bangunan di Jalan Bambu III, Kecamatan Medan Timur.
- Perumahan Pendidikan Indah Residence di Jalan Pendidikan, Kecamatan Medan Tembung.
- Bangunan di Jalan Asrama dan Jalan Setia Jadi, Kecamatan Medan Timur.
"Ini bukan pelanggaran ringan. Pelanggaran aturan daerah masuk kategori berat dan harus ditindak tegas," ujar Ketua Komisi 4 DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, SH, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Satpol PP dan dinas terkait, Senin (20/4/2026).
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengkritik adanya bangunan yang selesai 100 persen meski hanya terkendala urusan administratif, seperti kesalahan penulisan alamat. Menurutnya, alasan tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran untuk membiarkan pelanggaran yang merugikan keuangan daerah.
"Jangan sampai alasan administratif menjadi celah pembiaran. Ini berimplikasi langsung pada hilangnya potensi PAD," tegas Paul.
Sebagai bentuk keseriusan, Komisi 4 berencana menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan eksekusi penyegelan berjalan sesuai aturan. Paul juga memberikan ultimatum kepada Satpol PP untuk segera menindak bangunan tanpa izin PBG yang sudah selesai dibangun di wilayah Medan Timur.
"Kami beri waktu tiga hari untuk kepastian penyegelan. Jika tidak ada tindakan, minggu depan kami sendiri yang akan turun ke lokasi," pungkasnya. (mar)
