Pansus PAD DPRD Medan Soroti Kebocoran Pajak Parkir: Sebut Setoran Mie Gacoan dan Dara Kupi Tidak Rasional

Sabtu, 02 Mei 2026 / 19.26

Anggota Pansus PAD DPRD Medan Faisal Arbie. (ft-ist) 

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Anggota Pansus pembahasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Kota Medan, dr. Faisal Arbie, M.Biomed, mengkritik keras minimnya capaian pajak parkir dari sejumlah objek usaha di Kota Medan. 

Menurutnya, realisasi pajak yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) saat ini sangat tidak rasional dan jauh dari potensi yang sebenarnya.

“Kinerja Bapenda belum maksimal. Kami (Pansus) menemukan banyak ketidaksesuaian saat sidak. Laporan pajak parkir di beberapa usaha sangat minim, padahal volume kendaraan pengunjung sangat padat. Ini jelas tidak masuk akal,” tegas dr. Faisal Arbie, Sabtu (2/5/2026). 

Politisi NasDem ini membeberkan salah satu temuan mencolok saat sidak di restoran Mie Gacoan, Jl. SM Raja. Ia menilai jumlah pajak parkir yang disetorkan pengusaha sangat tidak sebanding dengan membludaknya kendaraan pengunjung setiap harinya.

Kejanggalan serupa ditemukan di Dara Kupi. Berdasarkan pengakuan pengelola, mereka hanya membayar pajak parkir sebesar Rp500 ribu per bulan. 

“Padahal kenyataan di lapangan, parkir mobil sangat padat sampai sulit mencari ruang kosong. Dugaan kebocoran PAD di sini sangat besar,” tambahnya.

Carut-Marut Pajak Hotel dan Hiburan

Tak hanya parkir, Faisal yang juga bertugas di Komisi III ini mengungkap temuan pada sektor pajak hiburan dan hotel. Ia menemukan adanya pengusaha hiburan yang menggunakan NPWPD (Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah) hotel untuk menyetorkan pajak hiburannya.

“Ini salah satu bentuk kejanggalan administratif. Seharusnya NPWPD untuk pajak hotel dan hiburan itu berbeda, tidak boleh didompleng,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, dr. Faisal Arbie mendesak Bapenda Kota Medan untuk mengevaluasi total seluruh penerimaan pajak daerah dan bekerja lebih profesional untuk menyelamatkan PAD dari oknum-oknum nakal.

Ia juga mendorong Bapenda untuk lebih jeli menggali potensi pajak dari usaha retail seperti minimarket dan tempat usaha lainnya yang selama ini mungkin luput dari pengawasan maksimal.

"Mari kita selamatkan PAD Medan dari kecurangan. Bapenda harus berani bertindak tegas dan lebih maksimal dalam menggali potensi yang ada," pungkasnya. (mar)


Komentar Anda

Terkini