USU Tuan Rumah Pertemuan Ke-5 IMT-GT UNINET, Perkuat Kolaborasi Akademik Tiga Negara

Jumat, 31 Juli 2026 / 19.26

Universitas Sumatera Utara resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 5th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle University Network (IMT-GT UNINET) Council Meeting.(ft-humas)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Universitas Sumatera Utara (USU) resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 5th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle University Network (IMT-GT UNINET) Council Meeting. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand guna memperkuat jalinan kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, hingga pengabdian masyarakat di kawasan subregional.

Forum ini menjadi momentum krusial bagi anggota konsorsium untuk mengevaluasi capaian kerja sama sekaligus menyusun arah strategis kolaborasi akademik di masa depan.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menjelaskan bahwa agenda ini tidak sekadar meninjau implementasi UNINET Strategic Action Plan 2022–2026, tetapi juga merumuskan fondasi baru bagi kemitraan regional.

"Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi visioner, kolaborasi yang lebih solid, serta inovasi yang berdampak nyata. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, keberlanjutan, dan pengembangan SDM di kawasan ini," ujar Himsar di Medan.

Ia menambahkan, keberagaman antarnegara anggota merupakan aset yang perlu dioptimalkan. Langkah ini sejalan dengan motto USU, “The Era of Ultimate Excellence”, dalam menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan masyarakat global.

Sementara itu, Chairman of IMT-GT UNINET sekaligus Vice Chancellor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Professor Datuk Dr. Shahrin bin Sahib, menyoroti pentingnya peninjauan rencana strategis periode berikutnya (2027–2031) serta pembahasan proposal proyek baru.

"Kemajuan yang kita capai selama setahun terakhir mencerminkan dedikasi seluruh institusi anggota dalam mengubah visi bersama menjadi tindakan nyata yang memberi manfaat," kata Shahrin.

Beberapa fokus program unggulan yang dibahas dalam pertemuan ini meliputi inisiatif Eco School, Eco Campus, dan Green University, proyek lintas negara, transformasi digital, hingga pengembangan program "micro-credential" secara kolaboratif.

Pada kesempatan yang sama, Director of the Centre for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT), Amri Bukhairi Bakhtiar, menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai jembatan antara riset dan perumusan kebijakan publik.

"Perguruan tinggi harus menjadi penghubung antara dunia akademik, mahasiswa, dan industri untuk menerjemahkan keahlian menjadi solusi nyata yang selaras dengan prioritas pembangunan kawasan," tegas Amri.(ver)

Komentar Anda

Terkini