Rico Waas Kerahkan Jajaran Gotong Royong Bersihkan Parit Jalan Taduan dari Sedimentasi Tebal

Sabtu, 08 Agustus 2026 / 17.39

 Jajaran Pemko Medan bergotong royong membersihkan parit yang tersumbat dan dipenuhi sedimentasi tebal di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (8/8/2026). (Foto : Dinas Kominfo Medan)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengerahkan jajaran Pemko Medan bergotong royong membersihkan parit yang tersumbat dan dipenuhi sedimentasi tebal di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (8/8/2026). Pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mencegah terjadinya genangan.

Gotong royong dipimpin Wali Kota diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan Setdako Medan, Citra Effendi Capah. Turut hadir antara lain Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Khairul Azmi, Kadispora H.T. Chairuniza, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil H. Baginda Siregar, Camat Medan Tembung Muhammad Idris, serta unsur kecamatan dan kelurahan.

Citra Effendi Capah mengatakan, kondisi parit di lokasi menunjukkan banyak bagian yang tersumbat dan dipenuhi sedimen. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak lancar dan berpotensi menimbulkan genangan saat hujan.

“Memang kita lihat di kenyataan lapangan, banyak parit yang tersumbat, juga banyak sedimen yang sudah tebal. Nah, ini mengakibatkan terjadinya kadang banjir, air tergenang,” ujar Citra.

Untuk mempercepat pembersihan, Pemko Medan mengombinasikan gotong royong manual dengan penggunaan alat berat. Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi mengatakan, pihaknya menurunkan satu unit alat berat serta beberapa unit truk untuk mengangkut sampah dan sedimen hasil pengerukan.

Menurut Khairul, pengerukan menjadi tahap awal sebelum dilakukan penataan drainase secara permanen. Pemko Medan merencanakan pemasangan U-ditch di lokasi tersebut dan menargetkannya dalam program tahun 2027.

“Ke depan kita rencanakan pemasangan U-ditch. Targetnya tahun 2027. Pengerjaannya akan kita fokuskan terlebih dahulu di sisi sebelah kiri jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan jalan tidak tertutup total,” kata Khairul.

Ia menjelaskan, panjang saluran akan diukur secara pasti dengan target aliran air dapat terhubung hingga ke Sei Kera. Setelah pengerukan dilakukan, petugas akan mengukur elevasi serta memperhitungkan kemiringan dan titik-titik belokan saluran secara presisi sebelum U-ditch dipasang.

“Setelah dikeruk, elevasinya kita ukur dan kita perhitungkan secara presisi. Jadi nanti U-ditch yang dipasang benar-benar mengikuti kondisi dan arah aliran air,” ujarnya.

Khairul menambahkan, pengerukan dan pembebasan alur drainase mendapat dukungan masyarakat sekitar. Berdasarkan informasi dari Camat Medan Tembung, warga mendukung penuh kegiatan tersebut demi memperlancar aliran air.

Sementara itu, Citra mengatakan, pengerjaan manual tetap diperlukan meski alat berat telah dikerahkan. Sebab, kondisi teknis di setiap titik drainase berbeda sehingga tidak seluruh bagian dapat dijangkau alat.

“Gotong royong saja tidak cukup, harus menggunakan alat. Tetapi alat juga tidak bisa digunakan di semua titik karena banyak hal teknis, sehingga harus berkesinambungan antara alat dengan manual,” katanya.

Citra menegaskan, pembersihan parit tidak berhenti pada kegiatan hari itu. Program tersebut akan dilakukan secara berkesinambungan hingga persoalan drainase di lokasi dapat ditangani, kemudian dilanjutkan ke wilayah kecamatan lainnya.

“Program ini dilaksanakan kira-kira sampai tuntas semuanya. Dan mungkin di kecamatan-kecamatan lain nanti juga terus berkesinambungan program Pak Wali Kota ini, termasuk pembersihan drainase dan penataan parit semuanya untuk dilaksanakan secara baik di Kota Medan,” ungkapnya.

Citra juga mengajak masyarakat ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke parit maupun menutup saluran air untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, penutupan parit di depan rumah tanpa memperhatikan aliran air dapat mengganggu warga lain karena menyebabkan aliran tersumbat.

“Kita harus ada kebersamaan. Jangan mementingkan egois pribadi masing-masing, menutup paritnya di depan rumahnya sehingga menyumbat arus aliran air ke tempat yang lain,” katanya. (mar)

Komentar Anda

Terkini