Bupati Asahan Luncurkan ASTABRATA: Strategi Baru Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data

Senin, 21 September 2026 / 20.11

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin meresmikan peluncuran inovasi ASTABRATA (Akselerasi Strategis Tata Kelola Berbasis Data, Resiliensi, Adaptasi dan Pengentasan Kemiskinan) di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (21/09/2026). (Foto : Dinas Kominfo Asahan)

ASAHAN, KLIKMETRO.COM - Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin resmi meluncurkan inovasi ASTABRATA (Akselerasi Strategis Tata Kelola Berbasis Data, Resiliensi, Adaptasi dan Pengentasan Kemiskinan) di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (21/09/2026). Inovasi ini hadir sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui penguatan data yang akurat.

Dalam arahannya, Bupati Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa program pengentasan kemiskinan yang efektif harus didasari oleh data yang lengkap dan mutakhir. Menurutnya, data yang kuat akan menghasilkan perencanaan yang tepat, yang kemudian melahirkan program tepat sasaran demi kemaslahatan masyarakat.

"Saya meminta jajaran terkait untuk segera menuntaskan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini telah mencapai 82,5 persen. Targetnya harus rampung 100 persen paling lambat akhir September 2026 dengan menyisir seluruh sasaran yang belum terdata," tegas Bupati.

Selain mempercepat sensus, Bupati juga menyoroti pentingnya optimalisasi Parlinsos Digital untuk meningkatkan akurasi pendaftaran penerima manfaat. Ia menginstruksikan agar sosialisasi diperluas, jumlah Agen Parlinsos Digital ditambah hingga ke tingkat dusun, serta memberikan pendampingan langsung bagi warga yang mengalami kendala teknologi.

Bupati mengajak seluruh perangkat daerah untuk meninggalkan pola kerja sektoral (sendiri-sendiri) dan bersatu demi penanganan kemiskinan yang lebih efektif.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Jutawan Sinaga, menjelaskan bahwa ASTABRATA disusun untuk mendukung pencapaian RPJMD 2025–2029. Program ini berfokus pada penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), pengurangan kemiskinan, ketepatan sasaran perlindungan sosial, dan percepatan kemandirian keluarga.

"ASTABRATA ini bukan program bantuan baru dan tidak mengambil alih kewenangan perangkat daerah. Ini adalah mekanisme untuk memastikan setiap keluarga mendapat intervensi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya," ujar Jutawan.

Pada tahap awal, implementasi ASTABRATA akan mencakup seluruh 25 kecamatan dengan target minimal 100 keluarga penerima manfaat usia produktif. 

Mekanisme program ini berjalan melalui tujuh tahapan terstruktur: penetapan data sasaran, asesmen, klasifikasi, penyusunan Rencana Intervensi Individual, rujukan dan intervensi, pemantauan, hingga verifikasi akhir.

Jutawan juga menambahkan bahwa proses graduasi atau pelepasan status kemiskinan tidak dilakukan sembarangan. Proses tersebut harus melalui tahap pemberdayaan dan pendampingan yang ketat, di mana keberhasilannya diukur dari kemampuan keluarga dalam mempertahankan penghasilan secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui peluncuran ini, Sensus Ekonomi, Parlinsos Digital, dan ASTABRATA kini berjalan beriringan untuk memperkuat satu basis data kebijakan yang solid. 

Kegiatan peluncuran tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) secara simbolis oleh Bupati Asahan kepada perwakilan calon keluarga mandiri. (mar)

Komentar Anda

Terkini