Gagas Program Anjeli dan Kusalam, Inovasi Kecamatan Medan Denai Tuai Apresiasi Wali Kota Medan

Selasa, 22 September 2026 / 19.58

Wali Kota Medan Rico Waas saat menghadiri acara Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai (AKMD) di Masjid Al Munawwaroh, Jalan Tangguk Bongkar, Selasa (22/9/2026). (Foto : Dinas Kominfo Medan)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan apresiasi terhadap terobosan sosial yang digagas oleh Kecamatan Medan Denai. Inovasi bertajuk ANJELI (Aksi Ngumpul Jelantah untuk Berbagi) dan KUSALAM (Kumpul Uang Koin dan Sampah untuk Lansia dan Malnutrisi) dinilai menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang lahir langsung dari dan untuk masyarakat.

​Apresiasi tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri acara Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai (AKMD) di Masjid Al Munawwaroh, Jalan Tangguk Bongkar, Selasa (22/9/2026).

​Di hadapan ratusan jemaah Masjid yang hadir, Wali Kota Medan menekankan bahwa peran pemerintah tidak hanya sebatas urusan administratif, perizinan, atau pembangunan infrastruktur dasar. Lebih dari itu, pemerintah harus hadir membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

​“Bicara tentang kemanusiaan dan kepedulian sosial, kita sebagai manusia harus saling peduli satu sama lain. Pemerintah memang bertugas mengurus administrasi hingga kesehatan, tetapi lewat program seperti ini, kita belajar untuk saling membantu,” ujar Rico Waas.

​Rico Waas menilai, kehadiran program ANJELI tidak hanya membantu warga dari sisi ekonomis dan sosial, tetapi juga menjadi solusi atas permasalahan lingkungan. 

"Selama ini, limbah minyak goreng bekas (jelantah) sering dibuang sembarangan ke parit atau tempat sampah sehingga memicu pencemaran. Melalui inovasi ini, limbah tersebut dikumpulkan, dijual ke pengepul untuk didaur ulang, dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial,"kata Rico Waas.

​Begitu pula dengan program KUSALAM, gerakan mengumpulkan koin receh yang dilakukan jajaran Kecamatan dan Kelurahan untuk membantu lansia serta anak-anak yang mengalami masalah gizi/malnutrisi dinilai sangat baik.

"Yang kedua, Pak Camat memiliki inovasi juga yang memang ujungnya untuk diberikan kepada yang berkekurangan atau yang kesusahan. Jadi mengumpulkan dana untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Ini juga sangat baik sebagai bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat kita," bilang Rico Waas.

​Di balik dukungannya, Rico Waas tak lupa menitipkan pesan kepada Camat Medan Denai beserta seluruh jajaran agar mengelola dana dan bantuan sosial yang terkumpul secara transparan.

"Seluruh pengumpulan dan penyaluran dana dari program ANJELI maupun KUSALAM wajib dicatat dan dilaporkan secara terbuka kepada publik. Akuntabilitas yang jelas sangat penting untuk menjaga kepercayaan warga dan memastikan bantuan tepat sasaran,"pesanya.

Sementara itu, Camat Medan Denai, Yogi Prayoga, menjelaskan bahwa program ANJELI diluncurkan bersama sekitar 600 ibu-ibu jamaah pengajian AKMD yang menjadi pilot project gerakan ini. 

"Penyaluran hasil penjualan jelantah ditargetkan dapat berjalan setiap bulan,"tambahnya.

​Adapun program KUSALAM, lanjut Yogi, rutin dilaksanakan setiap hari Senin dan Jumat. Hasil yang terkumpul langsung dialokasikan tiap minggunya untuk memenuhi kebutuhan dasar setidaknya empat keluarga kurang mampu, lansia, dan balita malnutrisi di wilayah Kecamatan Medan Denai.

​Suasana pengajian akbar berlangsung khidmad dengan diisi tausiah. Di moment itu, Rico Waas tidak membuang kesempatan untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait dengan pembenahan infrastruktur. (mar)

Komentar Anda

Terkini