![]() |
| Sekolah Rakyat Kabupaten Deli Serdang. (foto : istimewa) |
DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM – Puluhan siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Deli Serdang dilaporkan memilih mundur setelah baru beberapa minggu menjalani masa pendidikan. Meskipun seluruh biaya hidup di sekolah tersebut digratiskan, faktor emosional menjadi pemicu utama para siswa meninggalkan bangku sekolah.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang, Khairuddin Hariman Siregar, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada sekitar 20 siswa yang keluar. Alasan utama kemunduran mereka adalah rasa tidak betah karena harus tinggal jauh dari keluarga.
"Ya kita tanya ada yang memang nggak bisa nggak dekat sama orang tua. Ada juga yang malah orang tuanya jemput karena nggak bisa jauh sama anaknya," kata Khairuddin yang akrab disapa Rudi via WhatsApp, Rabu (16/9/2026).
Selain faktor keluarga, Rudi menambahkan bahwa pengaruh dari teman-teman di kampung halaman juga menjadi alasan lain para siswa memilih pulang. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada tingkat SD, melainkan merata di semua jenjang pendidikan termasuk SMP dan SMA.
Lokasi Jauh dan Waktu Belajar yang Singkat
Sekolah Rakyat ini terletak di Kawasan Desa Tandem Hilir 1, Kecamatan Hamparan Perak. Walau bangunannya berdiri megah, lokasinya terbilang cukup jauh dari pusat ibukota Kabupaten di Lubuk Pakam.
Hingga saat ini, para siswa tercatat baru berkumpul dan beraktivitas di lokasi sekolah selama sekitar 50 hari. Mereka baru mulai masuk pada 30 Juli lalu, lebih lambat dari sekolah lain akibat proses pembangunan gedung yang belum rampung sepenuhnya pada awal tahun ajaran baru.
Pihak Dinas Sosial menegaskan tidak akan membiarkan kursi yang ditinggalkan kosong begitu saja. Saat ini, proses pencarian siswa cadangan sebagai pengganti sedang dilakukan.
"Ini saya mau ke Hamparan Perak cek pengganti. Ya kan ada cadangan juga dan mau dibuat rapat pleno. Untuk penggantinya ini akan diplenokan bersama BPS, Kemensos, Inspektorat dan Dinsos Provinsi," jelas Rudi.
Untuk menentukan pengganti, Dinsos memanfaatkan aplikasi SETARA milik Kementerian Sosial (Kemensos) guna melihat jangkauan anak-anak yang membutuhkan bantuan pendidikan. Pemerintah akan memprioritaskan calon siswa baru yang masuk dalam kategori ekonomi Desil 1 dan 2 agar bantuan tepat sasaran. (fan)
