Peta Politik Tapteng Berubah, Gerindra Tarik Dukungan Wacana Pemakzulan Masinton Pasaribu

Kamis, 10 September 2026 / 19.05
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. (ft-ist)

TAPTENG, KLIKMETRO.COM - Peta politik di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengalami perubahan mendadak. Partai Gerindra secara resmi menarik diri dari kesepakatan bersama lima partai politik (parpol) yang sebelumnya kompak menyuarakan wacana pemakzulan terhadap Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.

Pernyataan penarikan dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tapteng, Hazmi Arif Simatupang.

"Saya Hazmi Arif Simatupang, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan ini menyatakan menarik pernyataan yang telah kami sampaikan di dalam sikap bersama lima partai politik," ujar Hazmi, Kamis (10/9/2026).

Langkah mengejutkan ini langsung mengubah konstelasi politik di Tapteng. Tekanan kolektif yang awalnya digalang oleh lima parpol kini pecah. Barisan yang tersisa untuk mendesak perubahan politik dan menyoroti pemerintahan Masinton kini menyisakan empat partai, yaitu Golkar, NasDem, PKB, dan PAN.

Tanpa Koordinasi Pusat

Menanggapi dinamika di tingkat daerah, Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo, memberikan klarifikasi tegas. Ade Jona menyatakan bahwa manuver yang dilakukan oleh pengurus DPC Tapteng sebelumnya terjadi di luar garis komando partai.

"Saya selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sumut menyampaikan bahwa sikap DPC Gerindra Tapteng itu di luar koordinasi dengan DPD maupun DPP. Gerindra mendukung stabilitas jalannya pemerintahan di Tapteng," tegas Ade Jona.

Lebih lanjut, Ade Jona menjelaskan bahwa prioritas utama Gerindra saat ini adalah menjaga kondusivitas daerah dan fokus pada aksi kemanusiaan. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersatu membantu pemulihan Kabupaten Tapteng yang baru saja dilanda bencana alam.

Masinton Minta Tarik-Menarik Politik Dihentikan

Di sisi lain, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu merespons tenang wacana pemakzulan yang sempat mengalir ke arahnya. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menyudahi kegaduhan politik dan mengalihkan fokus pada pembangunan daerah.

"Saya mengajak seluruh elemen politik, lembaga pemerintahan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan tarik-menarik kepentingan politik," kata Masinton dalam keterangan tertulisnya.

Masinton menambahkan bahwa energi daerah saat ini sangat dibutuhkan untuk agenda yang lebih mendesak. 

"Mari kita arahkan seluruh energi pada pemulihan bencana dan pembangunan daerah," pungkasnya.

Dengan mundurnya Gerindra, keberlanjutan wacana pemakzulan kini berada di tangan empat parpol yang tersisa. Publik kini menunggu apakah koalisi Golkar, NasDem, PKB, dan PAN tetap solid melangkah atau ikut goyah pasca-sikap balik arah Gerindra. (rizki)

Komentar Anda

Terkini