![]() |
| Aksi pungli "Pak Ogah" di kawasan Binjai Barat, Kota Binjai yang meresahkan pengendara. (ft-ist) |
BINJAI, KLIKMETRO.COM - Aktivitas pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum pengatur lalu lintas liar atau dikenal sebagai "Pak Ogah" di Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, kian meresahkan masyarakat. Salah satu titik yang paling dikeluhkan oleh pengguna jalan adalah kawasan Jalan Anggur, di mana praktik tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas.
Menurut penuturan sejumlah warga dan pengendara yang melintas, para oknum tersebut kerap memanfaatkan situasi jalan yang padat untuk berpura-pura membantu mengatur atau memberhentikan arus lalu lintas. Namun, setelah memberikan "bantuan" tersebut, mereka diduga kuat memaksa atau meminta sejumlah uang secara agresif kepada para pengemudi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat setempat. Warga menilai, jika dibiarkan tanpa ada tindakan tegas, aksi ini berpotensi tumbuh subur menjadi praktik premanisme yang lebih terorganisir dan membahayakan keselamatan publik.
“Kami sangat berharap aparat kepolisian dari Polres Binjai maupun Polsek Binjai Barat segera turun tangan melakukan penertiban. Kalau tujuannya murni membantu mengatur lalu lintas, seharusnya tidak ada paksaan atau keharusan untuk memberi uang. Ini sudah menjurus ke pungli,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Masyarakat mendesak agar pihak kepolisian tidak hanya melakukan pembubaran sementara, melainkan penertiban menyeluruh dan berkelanjutan. Penjagaan intensif perlu difokuskan pada lokasi-lokasi strategis dan titik rawan yang sering dijadikan ladang pungutan ilegal.
Kehadiran personel kepolisian maupun dinas perhubungan di lapangan dinilai menjadi solusi mutlak. Selain dapat mengurai kemacetan secara resmi dan gratis, kehadiran aparat penegak hukum secara langsung di jalan raya diyakini mampu memberikan rasa aman sekaligus mengembalikan ketertiban umum di wilayah Binjai Barat. (mer)
