![]() |
| SD Negeri 0115 Padang Luar, Sibuhuan, Padang Lawas. (istimewa) |
SIBUHUAN, KLIKMETRO.COM - Dewan guru dan tenaga kependidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 0115 Padang Luar, Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, menyampaikan surat pernyataan keberatan terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Surat tersebut tertanggal 29 Agustus 2026 dan ditandatangani oleh 15 orang guru.
Surat pernyataan keberatan itu ditujukan kepada Bupati Padang Lawas, para guru menyampaikan sejumlah persoalan yang menurut mereka telah memengaruhi suasana dan kondisi lingkungan sekolah sejak berlangsungnya kepemimpinan Plt. Kepala SDN 0115 Sibuhuan, Derlina, S.Pd.
Sepuluh Poin Keberatan
Berdasarkan isi surat yang disampaikan dewan guru, terdapat sejumlah poin yang menjadi dasar keberatan terhadap kebijakan dan pola kepemimpinan kepala sekolah.
Salah satu poin yang disoroti berkaitan dengan pengelolaan tenaga pendidik dan pembagian jam mengajar. Para guru menyebut adanya pengangkatan guru baru yang menurut mereka berdampak pada berkurangnya jam mengajar guru yang telah ada. Kondisi tersebut, menurut mereka, berpotensi memengaruhi pemenuhan persyaratan sertifikasi guru.
Para guru juga mempersoalkan pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dalam surat itu disebutkan adanya pengeditan data Dapodik yang dinilai dilakukan secara sepihak, termasuk kekhawatiran terhadap penghapusan nama guru dari sistem Dapodik tanpa alasan yang jelas.
Selain itu, dewan guru menyoroti pola komunikasi dan kepemimpinan kepala sekolah. Mereka menyatakan keberatan terhadap penggunaan kata-kata yang merendahkan, bentakan, serta sikap yang dinilai kurang santun terhadap guru maupun peserta didik di hadapan umum.
Persoalan komunikasi dan transparansi internal sekolah juga menjadi perhatian. Para guru menilai ruang dialog antara pimpinan dan dewan guru belum berjalan secara optimal. Sejumlah keputusan sekolah disebut kerap diambil secara sepihak tanpa terlebih dahulu melibatkan atau mendengarkan aspirasi dewan guru.
Keberatan mereka juga terkait dugaan intimidasi dan konflik internal. Para guru menyebut adanya dugaan ancaman mutasi atau pemecatan, penyampaian informasi yang dinilai dapat memicu konflik antarguru, serta perlakuan diskriminatif terhadap guru yang menyampaikan kritik atau masukan.
Mereka juga menyoroti persoalan kedisiplinan operasional. Kepala sekolah dinilai sering meninggalkan lingkungan sekolah pada saat jam kerja tanpa alasan yang jelas.
Berharap Ada Evaluasi dan Tindak Lanjut
Perwakilan dewan guru menyampaikan bahwa surat keberatan tersebut merupakan langkah lanjutan sebelumnya telah menyampaikan persoalan secara lisan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Lawas pada 28 Agustus 2026 lalu.
"Penyampaian secara lisan tersebut belum menghasilkan tindak lanjut yang dianggap dapat menyelesaikan persoalan, sehingga para guru kemudian menyampaikan keberatan secara tertulis kepada pemerintah daerah," ujar salah seorang perwakilan guru
Melalui surat tersebut, para guru berharap Pemerintah Kabupaten Padang Lawas, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dapat melakukan evaluasi serta menindaklanjuti berbagai persoalan yang mereka sampaikan.
Mereka juga meminta agar Kepala SDN 0115 Sibuhuan dipindahtugaskan dan digantikan oleh pimpinan yang dinilai mampu membangun komunikasi, mengayomi guru dan tenaga kependidikan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi peserta didik.
Para guru menyatakan kekhawatiran bahwa apabila persoalan tersebut tidak segera ditangani, kondisi internal sekolah dapat berdampak terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 0115 Sibuhuan akan terganggu dan membawa dampak buruk bagi iklim pendidikan di sekolah," demikian bunyi pernyataan penutup dalam surat keberatan yang disampaikan dewan guru.
Upaya konfirmasi kepada Plt. Kepala SD 0115 Sibuhuan Derlina, S.Pd seperti menghindar pada saat akan dijumpai di kantornya, Senin (21/9/2026), begitu juga upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum berhasil.
