![]() |
| Korban tewas. |
![]() |
| Korban ledakan bom bunuh diri. |
Hingga pukul 14.40 WIB, polisi menyatakan ada 11 korban tewas. Sebanyak 41 orang korban luka saat ini dirawat di RS, 2 di antaranya adalah polisi.
Polisi menyatakan pelaku ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela tewas di tempat. Di gereja tersebut, seorang anak tewas.
Saksi bernama Samsia melihat ada 2 orang yang masuk ke dalam gereja menggunakan ransel dan langsung meledak. 2 orang tersebut meledak dan langsung mengenai satpam dan polisi yang berjaga di depan.
Saksi lain bernama Yudi mengatakan getaran yang dirasakan seperti gempa bumi. Dia juga mencium bau kimia.
![]() |
| Suasana di lokasi ledakan bom. |
Vikjen Keuskupan Surabaya Romo Tri Budi Didik Pr mengatakan peristiwa terjadi jelang dimulainya misa kedua pukul 08.00 WIB. Ada orang pakai sepeda motor dihalang-halangi oleh satpam, lalu meledak.
Sementara di gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), ledakan terdengar 2 kali di Jalan Arjuna, Surabaya. Seorang saksi bernama Wahyudi menyebut ledakan itu dari mobil. Akibat ledakan itu, 5 mobil dan 30 motor terbakar.
Setelah itu, diduga masih ada 1 bom di GPPS. Gegana kemudian menjinakkan bom dengan diledakkan.
Di GKI Surabaya, saksi bernama Antonius menyebut seorang perempuan membawa 2 anak meledakan dirinya di depan halaman. Awalnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja sekitar pukul 07.45 WIB. Namun ibu itu tetap mencoba masuk. Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas. (int/dc/mar)


