Diguyur Hujan, Medan Rumah Kita Banjir!

Senin, 09 Juli 2018 / 04.48
Sejumlah ruas jalan di Kota Medan tergenang akibat dilanda hujan deras, Minggu malam (8/7/2018).
MEDAN, KMC - Tampaknya slogan Medan Rumah Kita yang kerap digaungkan Walikota Medan T Dzulmi Eldin hanya sebatas slogan belaka. Kenyataannya, kota metropolitan ini tak pernah lepas dari genangan banjir.

Sejumlah ruas jalan yang dari tahun ke tahun menjadi langganan banjir sampai saat ini tak mampu dibenahi oleh Pemko Medan. Seperti Jalan Jamin Ginting, Jalan Abdul Haris Nasution, Dr Mansyur, Setia Budi, Ngumban Surbakti, Ayahanda, Kapten Muslim, Amir Hamzah, Gatot Subroto, Marelan dan masih banyak lagi.

Akibatnya bisa diduga, hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Medan, Minggu malam (8/7/2018) mengakibatkan jalan-jalan tersebut tergenang. Hajabnya, tak hanya jalanan tergenang, air pun masuk ke rumah-rumah warga sehingga merusak perabotan. Bahkan hingga pukul 03.00 dinihari, warga masih juga belum selesai menguras air yang masuk ke dalam rumahnya. Seperti yang dialami Azizah Leli, warga Marelan. Dia dan keluarganya tak bisa istirahat lantaran air masuk ke rumahnya hampir mencapai tempat tidur. "Udah jam 3 gini belum selesai juga kami nguras air,"keluh ibu 3 anak ini.

Sementara pengendara lalu lintas tak hanya disulitkan masalah banjir. Namun mereka juga harus terjebak macet akibat adanya pohon tumbang. Kemacetan ini terjadi di seputaran fly over Jalan Jamin Ginting hingga ke simpang BMKG akibat pohon tumbang dan banjir melanda di kawasan itu.
Banjir di Jalan Ngumban Surbakti, Minggu malam (8/7/2018).

Peristiwa sama juga terjadi di Jalan Pendidikan, tak jauh dari Kantor Camat Medan Perjuangan. Sebuah pohon tumbang melintang jalan sehingga lalu lintas terganggu.
Belum tuntas masalah banjir dan pohon tumbang yang membuat warga cemas dan takut, keadaan semakin diperparah dengan pemadaman listrik. Sejumlah kawasan dikabarkan mengalami gangguan listrik. Diantaranya, Jalan Air Bersih Ujung, Jalan Perisai Pribumi Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai dan kawasan Marelan. Sayangnya menyoal listrik padam, Humas PLN Area Medan Amelius Pasaribu tak berhasil dihubungi. Pesan via Whatsapp juga tak diresponnya. Sementara call center PLN 123 sulit dihubungi, berkali dihubungi nomor layanan PLN itu selalu sibuk.

"Makin parah Kota Medan ini, hajab kalilah. Saking tingginya air tergenang di Jalan Dr Mansyur terpaksa lah jalan memutar ke jalan alternatif lain. Kekgini katanya Medan Rumah Kita, cakap-cakap aja semua. Tak beres beres banjir di sini,"keluh Tengku Akbar, warga Jalan Setia Budi Medan.

Sementara warga di Jalan Dr Mansyur mengaku tak berdaya melihat genangan air yang tingginya hampir mencapai betis orang dewasa. Bahkan satu unit mobil sedan yang terparkir di gerbang rumah tampak hampir seluruh bannya tenggelam di air. Pemiliknya tampak hanya memandang pasrah sembari memandang air yang entah kapan surutnya.

"Udah bosan lihat jalan ini (Dr Mansyur) tergenang. Dari tahun ke tahun selalu jadi langganan banjir kalau hujan deras, entah kapan amannya,"bilang Surbakti, warga di sana. (mr/riz)
Komentar Anda

Terkini