Seram! Darah 30 Bocah Disedot 'Mama Anjing'

Senin, 10 September 2018 / 20.04
Anggi bersama ibunya saat melapor ke Polsek Patumbak.
MEDAN, KMC - Ini peringatan bagi orangtua agar lebih mengawasi anaknya. Bagaimana tidak, 30 bocah di kawasan Amplas disedot darahnya oleh seorang perempuan yang disebut 'Mama Anjing'.

Bermodalkan uang Rp 50 ribu dan sebungkus nasi, satu persatu bocah-bocah ini masuk ke rumah kosong di Jalan Tuar, kawasan Medan Amplas, kemarin. Lalu darah mereka disedot dengan menggunakan jarum suntik.

Kasus ini terkuak setelah Lela (54), salah seorang ibu korban melapor ke Polsek Patumbak, Minggu (9/9/2018). Warga Jalan Seser, Amplas ini mengungkapkan, dia terkejut saat mendapati Anggi, putranya yang masih berusia 12 tahun pulang dengan wajah pucat dan tubuh lemas.

Curiga, Lela menanyai Anggi. Dengan polos, bocah laki-laki ini menceritakan darahnya disedot oleh Mama Anjing. Dia tak sendirian, ada puluhan anak yang sebaya dengannya juga ikut diambil darahnya. Setelah darah diambil, Anggi diberi uang Rp 50 ribu dan nasi sebungkus.

Bagai disambar petir Lela mendengar pengakuan anaknya. Sepengetahuannya, anak-anak dikumpul oleh perempuan yang tak diketahui jelas nama aslinya itu untuk mendapat santunan anak yatim dan anak jalanan. Namun Lela juga mengaku, tak tahu jika anaknya ikutan kumpul bersama gank nya si Mama Anjing yang dikabarkan jumlahnya ada 5 orang.

Disoal kenapa hanya anaknya saja yang mengadu, sementara anak lain tidak. Lela spontan menjawab, " gak kuurus-urus anak orang itu. Anakku lah yang kuurus. Setetes pun darahnya diambil orang, tak terima aku,"lantang suara Lela.

Sedangkan Anggi (korban) saat ditanya wartawan mengaku dikasih uang Rp50 ribu dan sebungkus nasi setelah darahnya disedot menggunakan jarum suntik berukuran kecil. “Dikasih uang Rp50 ribu sama dibelikan nasi bungkus. Ada 30 orang yang darahnya diambil pakai jarum sutik,” bilang Anggi.

Anggi dan ibunya kemudian diarahkan personil Polsek Patumbak untuk membuat visum di Rumah Sakit Estomihi untuk melengkapi bukti laporan polisi.
“Saat ini personil Polsek Patumbak lagi mendalami kasus tersebut. Tadi kami sudah mendatangi Tempat Kejadian Perkaranya (TKP) bahkan pelakunyapun sudah kami datangi. Kasus ini akan kami gelar dulu, agar bisa menetapkan pasalnya,” sebut seorang personil Polsek Patumbak yang mengenakan rompi Pegasus dihadapan personil piket SPK. (m/riz)
Komentar Anda

Terkini