-->

Survey LKK UISU: Mayoritas Masyarakat Medan Inginkan Wali Kota Baru

Kamis, 01 Agustus 2019 / 19.14
LKK FISIP UISU paparkan hasil survey evaluasi pemerintahan Kota Medan.
KLIKMETRO.com, MEDAN - Lembaga Kajian dan Kebijakan (LKK) Fakultas Ilmu Politik Sosial  (FISIP) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) melakukan survey terkait evaluasi pemerintahan Kota Medan.

Survey dilakukan untuk melihat persepsi masyarakat terkait dengan kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Medan, sekaligus melihat peta politik pada pemilihan Wali Kota 2020 mendatang.

Ketua LKK FISIP USU, Anuar Sadat menyebut survei dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 800 responden medio 17 - 24 Juni 2019. Margin error +/3,39 % dengan tingkat kepercayaan 95 %.

Dalam hasil survey tersebut terungkap bahwa mayoritas masyarakat Kota Medan menginginkan pemimpin baru. "Pada pemilihan Wali Kota Medan 2020 mendatang, 56,6 % masyarakat mengharapkan tokoh baru untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota," katanya saat rilis survey di Kampus UISU, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (1/8/2019).

Kata dia, yang menginginkan Wali Kota Medan saat ini kembali untuk memimpin pada periode kedua hanya 16,5 %. "Yang mengharapkan wakil wali kota saat ini untuk menjadi wali kota pada pemilihan mendatang sebesar 7,4 %,"paparnya.

Mengenai kegiatan atau pelaksanaan Pilkada Medan 2020, lanjut dia, 51,9 % masyarakat sudah mengetahuinya.  45,3 % masih belum mengetahui.

"Artinya ini menunjukkan bahwa masih perlunya sosialisasi terkait dengan pelaksanaan pemilihan Wali Kota Medan 2020," tegasnya.

Sementara itu pengamat politik dan pemerintahan Sumut Refriandi Nasution yang tampil sebagai narasumber mengatakan, bila Eldin sebagai petahana salah dalam mengambil keputusan untuk menentukan wakil, bisa menjadi jeblok dan akan tumbang pada pilkada tahun depan.

"Kalau Eldin salah ambil wakil bisa jeblok, maka ia akan tumbang. Jadi menurut saya yang dibutuhkan Eldin adalah wakil dari unsur teknokrat yang mampu mendorong penyelesaian berbagai persoalan mendasar. Seperti banjir, sampah dan kemacetan,"ungkapnya.

Namun dalam pemaparannya,ia mengharapkan bagaimana agar masyarakat Medan mampu menghadirkan calon Walikota Medan yang dapat membuat perubahan besar. "Kalau ada calon walikota Medan yang bisa membuat perubahan besar, mampu memindahkan kantor walikota Medan ke eks bandara Polonia. Inikan sesuatu yang luar biasa, tapi ada gak yang mampu. Kalau gak ada yang bisa melebihi apa yang dibuat Eldin, jangan harap bisa menyaingi Eldin,"pungkasnya.

Guru besar Fisip UISU Prof Dr Effendi Barus yang juga ikut tampil sebagai pembicara mengatakan,bahwa Medan saat ini menghadapi berbagai persoalan yang tak kunjung tuntas. Soal sampah, banjir, harga sembako, narkoba dan begal yang marak.

Dalam pandangannya, siapapun yang menjadi walikota Medan pada 2020 yang akan datang tidak masalah. Namun bagi warga Medan yang penting adalah perubahan besar, sehingga Medan mampu bersaing bukan hanya dengan kota kota besar di Indonesia,tapi juga dunia.(mr/sb)
Komentar Anda

Terkini