-->

Korban Kebakaran 'Pondok Seringgit' Sentosa Lama Butuh Material dan Pakaian Dalam

Kamis, 24 Oktober 2019 / 19.39
Kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Medan.
MEDAN, KLIKMETRO - Kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, menyisakan kepedihan bagi ratusan jiwa yang harus kehilangan tempat tinggal. Total rumah yang terbakar sebanyak 39 unit.

Kendati sudah ada posko, tenda dan dapur umum yang dibuat Pemerintah Kota Medan, namun masyarakat sangat membutuhkan bantuan material bangunan untuk membangun kembali kediaman mereka. Tak hanya itu, sejumlah kaum hawa membutuhkan pakaian dalam.

"Kami sudah tak ada pakaian dalam. Kalau makanan dan pakaian sudah banyak kami terima, tapi pakaian dalam (bra dan celana dalam) itu juga sangat kami butuhkan,"lontar seorang wanita muda berhijab saat media ini meninjau lokasi kebakaran di sana, Kamis (24/10/2019).

Pengakuan mereka, tak ada barang yang sempat terselamatkan. Hanya pakaian di badan saja mereka bawa. "Sejak kebakaran itu, kami tak ada ganti pakaian dalam. Kami tak punya uang untuk membeli. Tolonglah para dermawan memberi kami bantuan pakaian dalam,"ujar mereka.

Berbagai permasalahan disampaikan para korban saat sejumlah anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan mendatangi lokasi. Mulai dari persoalan kepemilikan tanah yang ternyata grand sultan dan sudah hampir 100 tahun ditempati warga di sana, hingga permasalahan terkendalanya pembangunan rumah karena minim bantuan material bangunan.

"Saya sudah 70 tahun tinggal di sini. Ini tanah wakaf, tanah grand sultan. Dulu di sini disebut Pondok Seringgit. Raden Suparjo pemilik tanah ini. Lalu tanah ini diberi pada masyarakat dan dijadikan tempat tinggal. Seingat saya hanya sekali kami dimintai bayaran, kalau gak salah Rp 5 ribu perak. Tapi ya gak ada surat," sebut wanita tua yang mengaku bernama Nurlaini pada media ini.

Kendati surat tanah maupun kepemilikan lahan tak ada, namun warga tetap membayar Pajak Bumi dan Bangunan setiap tahun. Saat kebakaran terjadi, wanita ini dan keluarganya tak mampu menyelamatkan barang-barang. Mereka hanya bisa pasrah memandangi kobaran api yang menjilat puluhan rumah dan menghanguskan semua harta benda.

"Hanya baju yang melekat di badan saja lah, tak ada lagi barang yang bisa diselamatkan. Harta, surat-surat penting, semuanya terbakar. Api nya sangat besar dan cepat menjalar ke rumah-rumah,"ungkapnya dengan raut sedih.

Dia berharap sekali pemerintah segera memberi bantuan material agar rumahnya kembali terbangun. Bagaimana tidak, pasca kebakaran yang meluluhlantakkan puluhan rumah di sana, ratusan warga mengungsi ke mesjid dan menginap di sana. "Biarlah terbangun gubuk-gubuk dulu, yang penting bisa tempat berlindung kalau hujan dan panas. Soal tanah kami disebut bukan milik sendiri, biar ajalah. Asal kami jangan terusir dari sini,"bilangnya pasrah.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran terjadi di jalan Sentosa Lama yang menghanguskan 39 rumah, kemarin (22/10).  Kebakaran itu mengakibatkan 194 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harta benda. (mar)
Komentar Anda

Terkini