-->

Disoal, RTH Kota Medan Minim, Sampah dan Lampu Jalan Belum Kelar

Selasa, 03 Desember 2019 / 17.15
Komisi IV DPRD Medan evaluasi anggaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan.
MEDAN, KLIKMETRO - Hingga saat ini Kota Medan masih minim Ruang Terbuka Hijau (RTH), sementara anggaran yang dikucurkan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) belum terealisasi sepenuhnya. Tak hanya itu, persoalan sampah dan lampu jalan juga hingga kini belum terselesaikan.

Komisi IV DPRD Medan mengemukakan permasalahan ini saat evaluasi anggaran dengan DKP Kota Medan, Selasa (3/12/2019). Ketua Komisi IV, Paul Mei Anton Simanjuntak menyebutkan, hingga saat ini DKP belum juga menyelesaikan permasalahan sampah dan lampu jalan. Sehingga persoalan ini kerap dikeluhkan masyarakat pada wakil rakyat saat menggelar reses maupun sosialisasi perda.

"Kami kuatir terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), sementara saya lihat DKP banyak menggunakan tenaga honor maupun phl (pekerja harian lepas). Kami menduga ada honor maupun phl yang fiktif, karena itu kami minta data para pekerja. Selain itu, kita juga kuatir ada kebocoran anggaran dari biaya bahan bakar,"kata Paul seraya mempertanyakan retribusi sampah masyarakat sesuai perda.

Sementara Anggota Komisi IV Dame Duma Sari Hutagalung menimpali, anggaran Rp 32 miliar untuk RTH namun belum terealisasi sepenuhnya. Masih ada sisa anggaran Rp 11 miliar yang belum digunakan. "Kita masih minim RTH, kenapa belum terealisasi sisa anggaran ini,"tanya politisi Gerindra ini.

Ikut menimpali, anggota Komisi IV Renville menanyakan sampah yang jarang diangkut. Bahkan tumpukan sampah hingga 5 hari dibiarkan, sehingga menganggu kenyamanan masyarakat. Politisi PSI ini juga meminta agar DKP efisien bekerja. Terutama untuk pemangkasan pohon, agar pohon yang ditebang dipotong kecil hingga muatan truk lebih banyak untuk mengangkut.

Menjawab soalan itu, Husni memaparkan, retribusi sampah Rp 4 ribu per bulannya. Namun mengenai bedanya kutipan biaya angkutan sampah di setiap rumah tangga, Husni tak bisa menjelaskan.

Menyoal adanya dugaan penyimpangan, Husni menyebutkan, jumlah phl di DKP sekitar 3.600 orang. "Tak ada fiktif, karena sekarang ini masing-masing buka rekening di Bank Sumut. Mengenai bahan bakar, kita sekarang menggunakan chip, jadi mengurangi kecurangan,"ungkapnya.

Husni tak menampik permasalahan sampah dan lampu jalan belum terselesaikan. Dia beralasan kurangnya tranportasi, sehingga terkadang sampah tak terangkut. "Medan menghasilkan 2000 ton sampah setiap hari. Saat ini kami sudah membentuk 200 bank sampah untuk mendaur ulang sampah,"ujarnya.

Mengenai lampu jalan, Husni memaparkan, ada 84 ribu titik lampu jalan. Pihaknya saat ini sedang melakukan peremajaan dengan menggunakan LED. "Biaya untuk lampu sekitar 23 miliar sebulan, karena itu agar lebih efisian kita mulai mengganti bola lampu dengan LED agar lebih tahan dan irit,"paparnya. (mar)
Komentar Anda

Terkini