-->

Bulog Sumut Jamin Stok Beras Aman 4 Bulan Ke Depan

Selasa, 28 April 2020 / 21.29
ft/int.
MEDAN, KLIKMETRO - Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara menjamin beras yang ada di seluruh gudang wilayah kerjanya cukup hingga tiga – empat bulan ke depan dan stoknya akan terus bertambah.

“Dalam menghadapi hari besar keagamaan, yakni lebaran tidak ada.masalah. Bulog jamin stok beras cukup,” kata Arwakhudin Widiarso, Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumut kepada wartawan di gudang Bulog Jalan Mustafa, Medan, kemarin sore (27/4/2020).

Wiwid, panggilan akrabnya menyebut saat ini Bulog mempunyai stok beras 40.100 ton, sebanyak 34.000 ton diantaranya merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang akan digunakan untuk menjaga stabilitas harga, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

Sedangkan gula pasir total akan masuk 2.750 ton sebelum lebaran, kini sudah masuk 300 ton dan menyusul 200 ton lagi dalam dua atau tiga hari ini.

Kini Bulog sedang mengemas gula tersebut dalam ukuran 1 kg dengan mesin yang canggih, dalam sehari kapasitasnya mampu 15 ton. Gula pasir itu dijual ke distributor Rp12.200 per kg dan sampai di konsumen akhir harganya harus Rp12.500 per kg.

Saat ini pembelian gula itu harus satu paket dengan komoditi lain seperti beras dan minyak goreng. Belum boleh hanya gula saja. “Jadi pembelian biasanya oleh swasta dimana paketnya akan dibagikan apalagi di masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang akan membeli, banyak pilihan paket. Untuk paket A Rp55.000 berisi minyak goreng (migor) 1 liter, gula pasir 1 kg dan beras merah/hitam 1 kg. Paket B Rp90.000 (beras premium 5 kg, migor 1 liter dan gula 1 kg).

Paket C Rp104.000 (beras merah/hitam 2 kg, gula 1 kg, migor 1 liter dan terigu 1 kg). Paket D Rp99.000 (beras premium 5 kg, migor 1 liter, terigu 1 kg, beras merah/hitam 1 kg dan gula 1 kg). Paket E Rp129.000 (beras premium 5 kg, migor 1 kg, terigu 1 kg, beras merah/hitam 1 kg dan gula 1 kg).

Saat ini kata Wiwid, untuk daging beku stoknya lagi kosong karena negara pengekspor yakni India juga terkena wabah Covid-19, sama seperti Indonesia.

“Daging kosong karena rencana impor daging Bulog tak bisa. Padahal animo masyarakat untuk daging beku sudah bagus. Masyarakat sudah memahami bahwa daging beku itu sehat,” katanya, seraya menambahkan penjualan daging beku saat itu mencapai 50-100 ton per bulan.

Kantor Bulog Layani Pembelian

Menurutnya, memasuki bulan suci Ramadan ditambah dengan adanya Pandemi Corona (Covid-19), memicu kekhawatiran masyarakat akan sulit terpenuhinya kebutuhan pangan pokok khususnya di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Melihat hal tersebut serta dalam rangka menghadapi Covid-19 dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadhan dan Idulfitri, Perum Bulog Sumatera Utara memastikan ketersediaan pangan di wilayah Sumut tercukupi. Seluruh kantor Bulog juga siap melayani masyarakat di seluruh bagian Sumut.

”Kantor dan Gudang Bulog yang tersebar di seluruh Wilayah Sumut melayani pembelian langsung oleh masyarakat, jadi masyarakat tak usah khawatir akan ketersediaan pangan.

Apalagi sekarang produk Bulog sudah bisa dipesan secara daring melalui iPanganandotcom di Shopee,” tegas Wiwid.

Adanya kekhawatiran masyarakat akan harga beras yang berpotensi melonjak naik di pasaran karena dampak Covid-19, sambungnya, Bulog Sumut juga sudah ‘pasang badan’.

Stok beras yang dimiliki Bulog cukup untuk kebutuhan di Sumut untuk tiga hingga empat bulan ke depan.

“Ini lah peran penting dari Bulog, bukan hanya memastikan ketersediaan pangan tetapi juga menjaga agar harga yang beredar di pasaran tetap stabil,” pungkasnya.

Ia menuturkan, pihaknya melayani pembelian dimana-mana serta akan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya di Wilayah Sumut.

Apalagi dengan adanya iPanganandotcom melalui aplikasi Shopee, masyarakat dapat memesan produk Bulog secara daring tanpa harus datang langsung.

Ini juga merupakan salah satu bentuk pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat terutama dalam situasi seperti ini,” katanya.

Dengan pembelian melalui iPanganandotcom, konsumen terhindar dari keramaian, termasuk ikut mematuhi imbauan pemerintah untuk physical distancing (jaga jarak) dan diam di rumah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19). (wie/sbc/mar)


Komentar Anda

Terkini