-->

Warga Takut Berobat, Rumah Sakit Wajibkan Rapid Test Bayar Rp 1 Juta

Kamis, 28 Mei 2020 / 16.27
Ilustrasi. Ft/int.
MEDAN, KLIKMETRO - Tampaknya kesulitan masyarakat semakin bertambah akibat wabah virus corona. Tak hanya permasalahan ekonomi yang makin terjepit, namun juga dipersulit dengan masalah kesehatan. 

Hal ini lantaran pihak rumah sakit mengharuskan warga melakukan rapid test corona sebelum berobat. Namun untuk rapid test, warga juga diminta mengeluarkan biaya mulai Rp 500 hingga Rp 1 juta meski pun peserta BPJS Kesehatan.

Permasalahan ini mengakibatkan warga cenderung takut berobat meski memiliki Kartu Peserta BPJS maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS). Seperti yang dialami Iyah (50), warga Jalan Juanda, Medan. Dia membawa putrinya berobat ke rumah sakit di Jalan SM Raja karena mengalami sakit perut. Namun di rumah sakit, putri Iyah diminta melakukan rapid test dulu dan dikenakan biaya Rp 500 ribu.

"Awak bawa anak berobat karena pakai BPJS, lagian dia kan sakit perut kok malah disuruh rapid test. Kalau gratis gak apa pulak, ini malah disuruh bayar Rp 500 ribu. Mau darimana uang? Kondisi lockdown kayak gini udah payah nyari uang. Jualan pun awak disuruh tutup,''kata Iyah pada media ini, Kamis (28/5).

janda anak tiga ini kesehariannya memiliki usaha kafe kaki lima di seputaran Jalan Juanda. Namun karena kondisi wabah corona, usahanya pun sepi dari pembeli. Situasi ekonomi sulit ini sudah dialami Iyah sejak dua bulan terakhir.

"Ketimbang bayar rapid test Rp 500 ribu kubawa pulang lah anakku, biar berobat di rumah aja. Kekginikan takut awak berobat, udah payah cari uang malah dimintai biaya pulak,"katanya kesal.

Sedangkan Sariati, warga Denai mengaku dimintai biaya rapid test oleh pihak rumah sakit sebesar Rp 1 juta. Padahal saat itu dia bawa anaknya berobat sakit asam lambung. Karena kondisi anaknya yang sakit-sakitan, permintaan rapid test itu pun diturutinya dengan merogoh kocek Rp 1 juta.

"Entah kayakmana pemerintah sekarang. Kan heran juga, awak mau berobat tapi diharuskan rapid test. Bayar pulak itu. Mau tak mau awak turuti lah,''ungkap ibu berhijab ini seraya menambahkan hasil rapid test anaknya negatif.

"Pokoknya ngeri lah berobat sekarang ini, harus rapid test dan disuruh bayar,"bilangnya. (mar)
Komentar Anda

Terkini