-->

Banggar DPRD Medan Soalkan Pembangunan Islamic Center

Kamis, 09 Juli 2020 / 18.45
Rapat Banggar DPRD Medan dengan Dinas Perkimtaru Kota Medan.
MEDAN, KLIKMETRO - Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Kota Medan, Hendra DS mempertanyakan soal pembangunan Islamic Center yang hingga kini pembangunannya tidak selesai.

Pertanyaan ini disampaikan politisi Partai Hanura DPRD Medan tersebut dalam rapat pembahasan Ranperda Laporan Pertanggungjawaban [LPJ] tahun anggaran 2019 bersama Dinas Perkimtaru Kota Medan, Rabu (8/7/2020).

“Perencanaan pembangunan Islamic Center sudah cukup lama, namun sampai saat ini pembangunan tak juga selesai. Bagaimana pertanggungjawabannya dan seperti apa progressnya,” tanya Hendra DS dalam rapat yang dipimpin Ketua Banggar Hasyim dan Ikhwan Ritonga dihadiri anggota Banggar, Paul Mei Simanjuntak, Afif Abdillah, Hendra DS, Dedy Anshari Lubis,  Abdul Rahman, Renville Napitupulu, Dame Duma, Suciwati, Edwin Sugesti dan Ramadhan. 

Sementara, Afif Abdillah menyoroti pembangunan pasar dan banyaknya anggaran yang tak digunakan di Dinas Perkimtaru. Dirinya melihat, banyak pembangunan pasar bermasalah. Afif juga menilai perbaikan rumah untuk masyarakat penghasilan rendah banyak tak tepat sasaran.

Sedangkan Dedi Anshari Nasution mempertanyakan relokasi puskesmas di Jalan Kemiri. Menurutnya, puskesmas tersebut sudah tak layak lagi. “Puskesmas dekat pasar, sudah tak layak dikarenakan bau tak sedap masuk ke puskesmas. Bagaimana orang sakit mau sehat, bila mencium bau busuk setiap hari,”  katanya.

Menanggapi pertanyaan banggar, Kadis Perkimtaru Benny Iskandar menyebutkan, pembangunan Islamic Center terkendala dikarenakan pembebasan lahan yang semula direncanakan 40 hekter menjadi 20 hekter yang dibebaskan dan untuk dibangun.

Kendala lain, ungkap Benny, sulitnya akses jalan masuk ke Islamic Center. Itu yang menjadi kendala. “Sehingga di tahun 2019, Dinas PU Kota Medan telah membuat hot mix ke Jalan Rawe agar pembangunan Islamic Center terlaksana,” ujarnya.

Disebutkan Benny, Rp 20 miliar telah dianggarkan untuk pekerjaan tahap pertama di tahun 2020. Soal pasar, diakui Benny, banyak terkendala dikarenakan pihak pengembang tidak melakukan tagihan pembayaran. Seperti pasar Kampung Lalang. Pembangunan sudah selesai tapi tagihan pembayaran belum diajukan. Dan masih banyak pembangunan pasar-pasar yang belum terlaksana. (mar)
Komentar Anda

Terkini