-->

Daring dan Luring di SMP N 3 Berastagi, 68 Guru Diberi Paket Internet

Selasa, 22 September 2020 / 15.43
Kepala SMPN 3 Brastagi Sri Henni Saragih.
KARO, KLIKMETRO - Sistem pembelajaran daring (dari jaringan) dan luring (luar jaringan), di SMP Negeri 3 Berastagi berjalan dengan baik dan lancar. 

Hal ini dikatakan Kepala SMPN 3 Berastagi, Sri Henni Saragih kepada wartawan, Senin (22/9/2020) di ruangan kerjanya.

Menurutnya, di tengah pandemi Covid 19 ini, sistem pembelajaran yang ditetapkan Pemerintah masih melalui sistem belajar dari rumah untuk itulah pihak sekolah terpaksa melakukan berbagai hal untuk menunjang sistem tersebut.

"Salah satunya dengan memberikan bantuan berupa paket internet kepada 68 guru per bulan dan kepada siswa siswi, kita telah menjalin kerjasama dengan pihak telkomsel,di mana pihak telkomsel memberikan CSR nya berupa bantuan paket internet kepada anak didik kita. Bantuan yang diberikan Telkomsel ini tidak bisa digunakan anak didik kita untuk bermain game karena tidak bisa dibuka, jadi benar benar di gunakan untuk belajar seperti zome meeting,"ujarnya.

"Kita telah memberikan bantuan paket internet kepada guru berupa 10 Giga dengan nilai, Rp 50.000 per bulan dan anak didik kita betikan paket internet melalui dana CSR dari telkomsel"ujar Sri Henni Saragih.

Diakui Sri Henni Saragih, dengan metode sistem daring ini, masih banyak anak didik belum terbiasa dengan sistem daring. "Begitu juga dengan keberadaan orangtua yang tidak bisa sepenuhnya mendampingi anak anak dikarenakan pekerjaan. Untuk itu,saya telah meminta kepada guru-guru BP kita untuk mendata alamat anak anak didik kita untuk diberikan bimbingan, karena ada sekitar 30 persen anak anak didik kita yang harus mengantarkan tugasnya ke sekolah,"imbuhnya.

Disinggung tentang penggunaan dana Bos, Sri Henni mengatakan bahwa ada 11 item penggunaan dana Bos. Yaitu untuk pembayaran listrik, air, wifi, pembayaran guru honor dan tenaga honor serta biaya protokol kesehatan bagi guru dan orangtua serta siswa yang datang ke sekolah dan biaya fotokopi untuk pembelajaran untuk 10 mata pelajaran bagi 70 orang siswa.

"Kalau untuk penggunaan dana Bos,telah kita gunakan untuk bayaran listrik, air, wifi, guru dan tenaga honor serta biaya fotocopy pelajaran siswa,"pungkasnya. (erwin)
Komentar Anda

Terkini