-->

Media Ujung Tombak Menyukseskan Vaksinasi Covid-19

Sabtu, 31 Oktober 2020 / 18.56

Webinar Sosialisasi Media Vaksinasi Untuk Negeri yang diikuti ratusan jurnalis secara virtual.

MEDAN, KLIKMETRO - Media merupakan ujung tombak dalam menyukseskan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19  sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya dalam menyampaikan informasi yang benar tentang keberadaan Vaksin Covid-19.

Demikian disampaikan Ketua Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Rosarita Niken Widiastuti dalam acara Webinar Sosialisasi Media Vaksinasi Untuk Negeri, Sabtu (31/10/2020) .

Niken menegaskan Media bisa memutus mata rantai berita hoaks yang tersebar di tengah masyarakat  terkait pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dimulai dari proses pengadaan, uji klinis serta Kejadian Ikutan Paska Imuniasai (KIPI)." Dengan memberikan informasi yang benar tentang Vaksinasi Covid-19 diharapkan tidak ada lagi informasi hoaks terkait vaksinasi ini sehingga tidak ada lagi ketakutan bagi masyarakat untuk ikut vaksin ketika nanti pelaksanaan vaksin dilakukan," papar Niken.

Niken menjelaskan ada beberapa informasi hoaks yang sudah terjadi di tengah masyarakat saat ini yakni terkait sertifikasi halal vaksin, kandungan vaksin  serta dampak setelah melakukan vaksin." Informasi hoaks itu harus kita konter dengan informasi yang benar dan itu adalah tugas dari rekan-rekan jurnalis yang bekerja di medianya masing-masing,' kata Niken.

Niken menegaskan peran serta seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menyukseskan Vaksinasi Covid-19  dan Pemulihan Ekonomi Nasional salah satunya adalah media dalam menangkal inforasi hoaks tentang vaksinasi ini." Kerjasama  media di tingkat Nasional dan Lokal sangat diperlukan untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang tahapan vaksinasi ini sehingga pelaksanaan vaksinasi ini bisa berjalan dengan sukses sesuai dengan harapan kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebu," kata Niken untuk mmeberikan informasi singkat tahapan pelaksanaan vaksin 

Hal Senada juga disampaikan  Ketua  Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Dr Sri Rezeki S Hadinegoro menegaskan bahwa tujuan dari Vaksinasi Covid-19 adalah untuk memutus mata rantai Covid-19 di Indonesia sehingga diharapkan dengan vaksinasi ini tidak adalagi warga yang terpapar Covid-19." Jadi tujuan pemberian vaksin itu adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,  menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mempercepat mencapainya herd immnuity, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan, menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi," ujar Prof Sri.

Prof Sri juga menyampaikan media harus memberikan informasi dan edukasi yang benar kepada masyarakat dalam proses vaksinasi untuk menghilangkan kekhawatiran dalam menerima vaksinasi tersebut.

Sementara itu, Jurnalis Senior dan juga Penyintas (orang bertahan) Covid-19 Latief Siregar menegaskan agar pemerintah dalam hal ini piha yang berkompeten dalam memberikan informasi tentang Vaksinasi Covid-19 bisa memberikan informasi yang benar tentang proses tahapan Vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat sehingga tidak terjadi informasi hoaks yang diterima masyarakat.

"Jangan sampai wartawan kesulitan untuk mendapatkan informasi dari sumber A1 tentang tahapan pelaksanaan vaksinasi ini.Selain itu informasi juga harus bisa diakses ke tingkat daerah karena wartawan tidak berada di Jakarta saja namun juga ada di daerah. Jadi kita berharap agar informasi tentang vaksinasi ini juga bisa disampaikan oleh pemerintah di tingkat daerah kepada wartawan yang ada di daerah," tegas Latief yang merupakan wartawan senior di I News Jakarta itu.

Latief menegaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini merupakan sebuah harapan. Bagi dirinya yang sudah pernah terpapar Covid-19 ini adalah sebuah harapan agar tidak kembali terpapar Covid-19 tersebut." Perlu saya tegaskan sangat tidak enak kalau kita terpapar Covid-19 itu, perasaan tidak nyaman, kerjaan terganggu dan yang paling penting adalah aktivitas kita sebagai jurnalis juga terbengkalai," kata Latif.

Jurnalis kata Latief, harus menyampaikan informasi yang benar tentanag Vaksinasi Covid-19 ini agar seluruh masyarakat bisa ikut serta mengikuti vaksinasi ini yang tujuannya adalah untuk memutus mata rantai Covid-19 dari negeri ini." Sekali lagi saya tegaskan Covid-19 itu belum ada obatnya jadi jangan sampai kita terkena Covid-19 itu" demikian Latief mengakhiri.

Acara Webinar Sosialisasi Media Vaksinasi Untuk Negeri diikuti oleh ratusan jurnalis yang berasal dari wilayah Indonesia khususnya bagi jurnalis yang mengikuti program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP). Acara webinar itu dipandu oleh Rizky Ika Syafitri. (mar) 

Komentar Anda

Terkini