-->

Pjs Wali Kota Medan : Kelurahan Sebagai Ujung Tombak Pencegahan Penularan Covid-19

Selasa, 06 Oktober 2020 / 18.28

Pjs Walikota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho mengikuti rapat konsolidasi Percepatan Penanganan Covid-19 Mebidang dan Sumut.

MEDAN, KLIKMETRO
- Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT mengikuti Rapat Konsolidasi Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Medan Binjai Deli Serdang (Mebidang) dan Sumatera Utara yang bertempat di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Sumut Jalan Jenderal Sudirman No 41 Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia, Senin (5/10/2020) sore.

Rapat yang dipimpin Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi dan dihadiri Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Alex K. Ginting, segenap kepala daerah di Sumut, pihak rumah sakit se Sumut serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut. Rapat yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan Covid-19 di Sumut.

Dalam rapat itu, Gubsu Edy Rahmayadi memberikan perhatian khusus untuk penanganan di Medan, Binjai, dan Deliserdang. Dia menegaskan, penegakan protokol kesehatan juga adalah satu upaya untuk menekan penyebaran pandemi ini. Gubsu juga menyatakan, tidak akan segan-segan menutup tempat hiburan yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. 

Sementara itu, Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Alex K. Ginting mengatakan, saat ini semua orang tengah berhadapan dengan musuh yang sangat berbahaya, yang tidak dapat dilihat bentuknya tetapi dengan cepat menyebar dari satu orang ke orang yang lainnya dan hidup di dalam tubuh manusia tersebut. "Provinsi Sumut sudah banyak mengalami perubahan dan patut di apresiasi atas penanganan Covid-19 di Sumut. Tetapi meskipun begitu, kita tetap harus menghentikan penyebaran Covid-19 lebih maksimal," kata Alex.

Usai menghadiri rapat tersebut, Pjs Wali Kota Medan menekankan pentingnya peran kelurahan sebagai ujung tombak pencegahan penularan Covid-19 dan pelacakan close contact atau kontak dekat. “Yang paling penting adalah bagaimana menjadikan kelurahan ujung tombak pencegahan penularan Covid-19 dan pelacakan close contact,” ujar Arief.

Selanjutnya Pjs Wali Kota Medan juga mengungkapkan bahwa kelurahan sebagai ujung tombak merupakan penanganan di hulu, sedang di hilir adalah rumah sakit. “Kemudian di hilir, bagaimana rumah sakit bisa menangani pasien sehingga tingkat kematian bisa ditekan, diperkecil. Kalau kita lihat, Medan kurang lebih menyumbang lima puluh lima persen dari kasus Covid-19 di Sumut. Karena itu, penanganan di Sumut, sebagian besar harus kita lakukan juga Medan,” ucap Arief.(mar)

Komentar Anda

Terkini